Berkali-kali Bikin Onar Hingga Dihajar Warga, Orangtua Wayan Debi Bingung Minta Pertolongan
Sesampainya di rumah sekitar pukul 16.00 Wita, Suminta mendapati istrinya, Nengah Puni (47), menangis.
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Wayan Debi Arianto (30) tak sadarkan diri terbaring di satu bed ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, Bali, Selasa (26/7/2016).
Debi harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban aksi massa warga karena dianggap membuat onar.
(Minta Istrinya Telanjang di Tengah Jalan, Wayan Debi Dimassa Warga)
Tampak kedua kaki Debi dipasangi gips dan dibalut perban.
(Orangtua Wayan Debi Kesulitan Bayar Biaya Rumah Sakit Mencapai Rp 50 Juta)
Bahkan ditopang juga dengan dua papan.
Sementara di sekujur tubuhnya dipenuhi luka-luka lebam.
Istrinya, Ni Putu Budi Wijayanti (22) dengan sabar menunggui di sampingnya.
Sementara ayah Debi, Ketut Suminta (52), tampak sibuk mondar-mandir di sekitar UGD mengurus adminitrasi rumah sakit.
Suminta mengatakan, anak tunggalnya itu harus dirawat di rumah sakit sejak Senin (25/7/2016) petang usai dihajar ratusan warga Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
Pria ini dianggap telah membuat onar di desanya dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Gelagat tidak baik Debi sudah ditunjukkan sejak Minggu (24/7/2016) di rumahnya di Banjar Padma Kencana, Desa Telaga.
Ketika itu Suminta merasa cemas karena anaknya yang menderita gangguan mental kambuh.
Ia kemudian melaporkannya kepada kepala desa dan Polsek Busungbiu agar anaknya dapat diamankan untuk mencegah tindakan anarkis.
Sebab sudah lebih dari tiga kali ini anaknya telah membuat onar di desa dan dihajar warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wayan-debi_20160727_102616.jpg)