Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jasad Pria 30 Tahun Mengambang di Pelabuhan Benoa, Ada Beberapa Bekas Luka di Tubuhnya

Tiga ABK yang pertama kali menemukan jenazah telah diperiksa polisi

Tayang:
Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Jenazah pria tak dikenal ditemukan mengambang di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (2/9/2016) malam 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dua hari pasca ditemukannya jenazah pria yang mengambang di perairan Pelabuhan Benoa pada Jumat (2/9/2016) malam, pihak kepolisian masih berupaya keras menyelidiki identitas jenazah.

Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Pol Air) Polresta Denpasar, Kompol Ketut Suparta mengatakan pihaknya kini telah berkoordinasi dengan polsek jajaran untuk mengungkap misteri penemuan jenazah ini.

Hingga kini saksi yang sudah dimintai keterangan sebanyak 3 orang anak buah kapal (ABK) yang mana ketiga orang tersebut yang pertama kali menyadari ada jenazah mengambang di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa saat mengangkat jaring untuk menangkap kepiting.

"Diharapkan ada masyarakat yang melaporkan dan kenal dengan jenazah yang dimaksud. Nanti itu akan mempermudah proses lidik dari polisi. Saksi-saksi yang ada saat ini masih sedikit," ujar Kompol Ketut Suparta, Minggu (4/9/2016) malam.

Suparta menjelaskan, ciri-ciri jenazah tersebut yaitu memiliki bekas luka di bawah lutut kanan dan di atas mata kaki kiri.

Selain itu pada bagian bawah bibir jenazah ada bekas luka kecil.

Saat ditemukan, jenazah mengenakan kaos hitam bertuliskan "Cahniero" dan mengenakan kemeja merk Dodo.

Jenazah mengenakan celana jeans warna biru dan sepatu merek DC.

Pada jemari jenazah terdapat cincin ring silver dan jenazah mengenakan jam tangan merek G-Shock.

"Belum tahu banyak identitasnya karena saksi-saksi masih sedikit. Maka dari itu kita belum dapat mengetahui siapa dia terus mengapa dia sampai bisa meninggal dan berada di laut. Semua masih tanda tanya. Tapi usia jenazah diperkirakan sekitar 30 tahunan," tambahnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar dalam waktu dekat ada masyarakat yang melaporkan kepada polisi apabila ada anggota keluarganya yang hingga kini menghilang.

Kini jenazah tersebut telah dititipkan di kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar dan menurut rencana akan diotopsi pada Senin (5/9/2016) besok.

"Informasi masyarakat nantinya akan sangat membantu kerja polisi. Kalau nanti ada yang mengakui melihat orang ini terakhir kan bisa kita per dalam dari sana,” tandas Suparta.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved