Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Melarat di Pulau Surga

Begini Kondisi Terakhir Tiga Bocah Tanpa Orangtua di Karangasem

Pada saat ditemui, I Ketut Sana (12) sedang sendirian di gubuknya yang kecil dan terletak di amparan luasnya kaki Gunung Agung.

Tayang:
Editor: Kander Turnip
Humas Pemprov Bali
Staf Humas Setda Pemprov Bali mengunjungi tiga bocah tanpa orangtua di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Senin (5/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kondisi 3 bersaudara asal Desa Ban, Karangasem yang hidup dalam suasana memprihatinkan tanpa kasih sayang kedua orangtuanya yang ramai dibicarakan di media cetak dan sosial tak luput dari perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Tim Humas Pemprov pun secara khusus menyambangi rumah ketiga bocah malang tersebut yang letaknya terpencil di Dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Senin (5/9/2016).

Pada saat ditemui, I Ketut Sana (12) sedang sendirian di gubuknya yang kecil dan terletak di amparan luasnya kaki Gunung Agung.

(Tiga Bocah Bersaudara Yang Ditinggal Orangtua Tolak Ajakan Wabup Karangasem)

Ia menuturkan bahwa ayah mereka, I Nyoman Kokak, telah meninggal sejak dirinya masih berumur 7 tahun, sedangkan ibunya Ni Wayan Sriyani memilih untuk menikah lagi, dan meninggalkan mereka bertiga di rumah tersebut.

Ia mengatakan, selama ini kebutuhan sehari-hari diperoleh dari kakak tertuanya yang bernama I Nengah Santa (16) yang merantau ke Negara untuk bekerja memetik cengkih.

Selain itu mereka juga mengandalkan bantuan dari beras miskin yang diperoleh setiap bulan.

(Nasib 3 Bocah Tanpa Orangtua di Karangasem Kedatangan Tamu ‘Istimewa’, Ini yang Terjadi!)

“Namun sekarang kakak saya Nengah Santa sudah tidak bekerja di Negara. Jadi kami hanya mengandalkan dari bekerja serabutan membantu tetangga sekitar, baik memetik kelapa maupun mencari rumput,” ujarnya lirih.

Lebih lanjut, Sana yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SD juga menceritakan bahwa adiknya Wayan Sudirta (4,5) saat ini tinggal bersama kakak tirinya I Wayan Sampun karena ia dan kakanya I Nyoman Ariya (14) yang masih duduk di kelas 2 SMP tidak bisa selalu menjaga adiknya di rumah.

(Menyedihkan, Tiga Bocah Bersaudara Ditinggal Orangtua, Begini Perjuangnya untuk Makan)

“Jadi kami berdua meminta bantuan kakak tiri untuk menjaga adik saya Wayan Sudirta,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, ia mengakui banyak orang yang menawarkan untuk mereka tinggal di panti asuhan, namun karena keinginan ketiganya begitu bulat untuk mandiri dan menjaga rumah peninggalan satu-satunya dari ayah mereka, maka Ariya, sana dan Sudirta tidak bersedia untuk tinggal di panti asuhan.

(Ini Bantuan Biaya Hidup untuk Bocah Bersaudara Tanpa Orangtua di Karangasem)

Tim Biro Humas yang dipimpin oleh Kepala Bagian Publikasi Made Ady Mastika menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai dari Gubernur Bali, serta donasi dari Staf Biro Humas berupa uang tunai, pakaian bekas yang masih layak pakai dan alat-alat tulis.

Babinsa Desa setempat I Negah Budiartana yang mendampingi Tim ke lokasi juga menambahkan bahwa sejumlah bantuan telah banyak diberikan ketiga bocah ini, diantaranya dari Kementerian Sosial RI yang berjanji akan memberikan bantuan rehab rumah, dapur, kamar mandi, serta pengaliran listrik di mana saat ini masih diproses oleh Kepala Desa dan Perbekel Desa Ban untuk pengajuan proposal.

Ia berharap, dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi, kehidupan Ketut Sana dan saudaranya dapat menjadi lebih baik dan mereka bisa melanjutkan sekolah dengan tenang. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved