Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pelanggaran! Guru Sekolah Ini Kok Malah Nyambi Jadi Guide Dan Abaikan Muridnya

Seorang guru tidak tetap (GTT) yang berbulan-bulan tidak masuk mengajar.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
DPRD Gianyar melakukan sidak di beberapa tempat di Kecamatan Sukawati, Rabu (14/9/2016). Di SMP Negeri 3 Sukawati mereka temukan pelanggaran seorang guru tidak mengajar berbulan-bulan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Putu Gede Febriantara, dan anggotanya geram mengetahui seorang guru tidak tetap (GTT)  di SMP Negeri 3 Sukawati berbulan-bulan tidak masuk mengajar. Ternyata guru bahasa Inggris itu nyambi menjadi guide tour.

Febri dan anggota Dewan mengetahui hal ini ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 3 Sukawati dan SD Negeri 1 Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Rabu (14/9/2016).

Di dua sekolah ini ditemukan pelanggaran-pelanggaran  berat.

Mulai dari guru yang tak pernah masuk, juga pembangunan proyek gedung yang mengabaikan kualitas bangunan.

Febri  mendesak eksekutif agar melakukan tindakan tegas.

Ketua Komisi II DPRD Gianyar, Putu Gede Febriantara mengatakan, pihaknya menemukan kejanggalan ketika memeriksa buku absensi guru.

Pihaknya menemukan absen seorang guru tidak tetap (GTT) yang berbulan-bulan tidak masuk mengajar.

Febri tambah terkejut lantaran jawaban pihak sekolah, guru yang mengajar bahasa Inggris itu memiliki pekerjaan sampingan menjadi guide tour. Mengabaikan tugasnya sebagai guru.

Febri tak kuasa menahan kekesalahan lantaran perjuangan DPRD Gianyar tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Kami bekerja keras memperjuangkan nasib  32  orang guru kontrak di SMPN 3 Sukawati  untuk menjadi guru tidak tetap agar kesejahteraannya meningkat. Tapi setelah berstatus GTT, justru diterlantarkan,” sesalnya.

Berdasarkan penuturan pihak sekolah, kata dia, oknum guru tersebut memiliki pekerjaan sampingan sebagai guide.

Pihak sekolah pun telah memberikan kemudahan untuk oknum tersebut. Yakni mengaturan jadwal mengajarnya agar yang bersangkutan tidak mengabaikan tugasnya.

“Namuan, oknum guru ini tetap saja ogah mengajar dan lebih memilih mengejar dolar. Kalau memang tidak ingin menjadi guru, seharusnya mundur saja. Saya sudah meminta  Kadisdik untuk menindaklanjutinya segera secara tegas,” sesalnya.

Sidak juga dilakukan Komisi II DPRD Gianyar di jalan raya sebelah timur Terminal Batubulan yang sejak tiga tahun ini menjadi langganan banjir. 

Padahal, Ketua Komisi II, Wayan Gede Sudarta, bersama anggotanya sudah melakukan sidak sebanyak dua kali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved