VIDEO: Putu Suartawan Raja ‘Makan’ Cabai Rawit Dari Bali, Cabai Dilumuri Penuhi Wajahnya!
Kebiasaannya memakan cabai dalam jumlah banyak telah dilakukan sejak usia enam tahun
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI,COM, SINGARAJA – Putu Suartawan (40) telah mendapat julukan si raja cabai dari Bali atas kelebihannya melahap cabai bagaikan cemilan.
Bahkan, ia melumurkan sebagian cabai-cabai rawit yang telah dikunyahnya ke sukujur wajahnya.
Saat Tribun Bali berkesempatan bertemu dengannya, Suartawan dengan lahap menyantap sekitar 30 biji cabai rawit mentah di rumahnya, Banjar Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.
Pria ini dengan santainya menyantap cabai seperti camilan, tanpa makanan tambahan lain, dan tanpa air minum.
Menurutnya, tidak ada sama sekali rasa pedas ia rasakan.
Kebiasaannya memakan cabai dalam jumlah banyak telah dilakukan sejak usia enam tahun.
Ketika itu, ia mengikuti ibunya pergi ke ladang dan menemukan tanaman cabai.
“Dulu sering ikut ibu saya, sering ngajak ke ladang, sampai di ladang ada tanaman cabai langsung saya makan cabainya gak pedas, biasa saja. Saya ambil lagi gak pedas juga, sampai saya habis 10 biji,” ungkapnya.
Sampai ia terbiasa memakan cabai di rumahnya tetapi tidak merasakan pedas.
Saking penasarannya, ia sampai melumurkan kunyahan cabai ke sekujur tubuhnya dan tidak terasa pedas.
“Terus di rumah makan cabai tapi gak pedas, sampai pakai lulur ke tubuh saya, dan tidak terasa apa-apa, sampai diperas di teteskan di mata saya gak apa-apa,” katanya.
Ia paling menyukai cabai yang berwarna merah.
Sebab menurutnya cabai merah rasanya manis.
Sedangkan cabai hijau rasanya hambar.