Ibu dan Anak Ditusuk di Monang Maning
Tono, Pelaku Penusukan Dua Kali Pinjam Uang Biaya Obat Istri
Papang menceritakan dua atau tiga minggu lalu pelaku sempat datang ke rumah Suyani untuk meminjam uang karena istrinya sedang sakit dan butuh biaya
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sinta mengaku syok mengetahui keponakannya, Suyani, meninggal dunia dengan cara tragis.
Kemarin, Selasa (20/9/2016), ia menjaga Dafa (10) di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.
(Mencekam, Begini Penusukan Ibu dan Anak di Monang-Maning, Adik Dafa Sempat Dicekik)
Dafa (10) dan adiknya Saskia (4) juga menjadi korban penusukan Tono.
(Tusukan Kena Jantung Penyebab Suyani Tewas Mengenaskan)
Sinta mengakui Suyani adalah wanita soleha yang rajin mengaji, baik, dan polos.
(Tragedi Berdarah di Monang-Maning Diduga Terkait Masalah Utang Piutang)
"Ibu (Suyani) juga punya usaha online shop jual pakaian," ujar Sinta yang mengaku pernah tinggal bersama keluarga Suyani selama sebulan seusai lebaran.
Tak lama kemudian terlihat suami Suyani, Joko, datang dengan langkah terburu-buru menghampiri Dafa yang sudah sadar meskipun terlihat lemah.
Joko yang masih mengenakan seragam kerja berwarna merah tua dan peci hitam itu sempat bertanya kepada Dafa mengenai pelaku yang datang ke rumah mereka.
"Dafa bilang yang bacok mama itu orang yang dikasih pinjam uang bapak," ujar Dafa dengan suara pelan.
Sinta menyebutkan anak bungsu Suyani, Saskia (4) juga sempat dicekik oleh pelaku.
Nasib Saskia beruntung karena ia sempat lari keluar dari rumah dan kini sedang dititipkan di rumah tetangga, yang tinggal di dekat rumah keluarga Suyani.
"Saya nggak tahu pelakunya siapa tapi katanya dia jualan pukis di Monang-Maning," ujar Sinta yang mengatakan si kecil Saskia menangis terus dan trauma dengan peristiwa itu.
Sanak saudara dan kerabat Suyani terlihat berkunjung ke forensik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penusukan-ilustrasi_20160921_111411.jpg)