Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Fenomena Trans Sarbagita, Penumpang Hanya 5 Orang per Jam 

Rinciannya, untuk setiap 1 kilometer jarak yang ditempuh oleh bus Trans Sarbagita, Pemprov Bali harus membayar klaim ke pemenang tender Rp 5.000

Tayang:
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Made Argawa
Para penumpang sedang mencoba naik bus Trans Sarbagita di Terminal Pesiapan, Tabanan, Jumat (18/9/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan data dokumentasi Tribun Bali, semua bus Trans Sarbagita adalah hibah dari pemerintah pusat, namun pengelolaan dan biaya operasionalnya diserahkan kepada daerah.

(Trans Sarbagita Habis-habisin Duit, Pastika Minta Trayek Sepi Distop karena Ini!)

Biaya operasional Trans Sarbagita yang disubsidi setiap tahun oleh dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dinilai cukup tinggi.

Anggaran untuk Trans Sarbagita dalam APBD Provinsi Bali sebesar Rp 10 miliar, yang dinamakan anggaran buy the service.

Anggaran itu untuk membayar klaim biaya operasional seperti pegawai, bahan bakar, dan ganti oli yang disodorkan oleh pemenang tender pengoperasian Trans Sarbagita.

Mereka adalah Perum Damri dan PT Restu Mulya.

Melalui dana yang sudah dilaokasikan dalam APBD, setiap bulan Pemprov Bali harus menyetorkan duit kepada pemenang tender untuk menutupi biaya operasional Trans Sarbagita.

Pembayaran itu dinamakan klaim biaya layanan, yang didasarkan pada jarak tempuh per kilometer dari setiap armada bus Trans Sarbagita.

Rinciannya, untuk setiap 1 kilometer jarak yang ditempuh oleh bus Trans Sarbagita, Pemprov Bali harus membayar klaim ke pemenang tender sebesar Rp 5.000.

Untuk tahun 2016 ini, total keseluruhan klaim biaya layanan yang harus dibayar selama satu tahun oleh Pemprov Bali berkisar Rp 10 miliar.

Sedangkan pemasukan dari Trans Sarbagita hanya sekitar Rp 3 miliar. Dengan demikian masih tekor sebesar Rp 7 miliar.

Jumlah penumpang Trans Sarbagita di tahun 2011 (awal operasi) sebanyak 205.111 orang. Kemudian pada tahun 2012 mengalami peningkatan, menjadi sebanyak 856.396 penumpang. Pada tahun 2013, jumlah penumpang mengalami penurunan, total jadi sebanyak 801.831 orang.

Di tahun 2014 penumpang berjumlah 818.927 orang, dan tahun 2015 ada sebanyak 846.826 penumpang.

Dengan penumpang selama setahun (365 hari) pada 2015 yang sebanyak 846.826 orang, maka rata-rata penumpang Trans Sarbagita adalah 2.320 orang per hari di tahun itu.

Jika dibagi dengan jumlah armada Trans Sarbagita yang beroperasi (sebanyak 25 bus), maka setiap hari rata-rata setiap bus mengangkut 92 orang.

Kalau dibagi dengan jam operasional bus antara pukul 05.00 Wita - 21.00 Wita (atau 16 jam), maka keterisian penumpang bus Trans Sarbagita hanya sebanyak 5 orang/bus/jam.

Padahal, melihat ukuran bus, semestinya tingkat keterisian penumpang yang memadai adalah 30-50 orang.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved