Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Trans Sarbagita Habis-habisin Duit, Pastika Minta Trayek Sepi Distop karena Ini!

Salah-satunya, soal angkutan Trans Sarbagita yang sepi penumpang, sehingga sangat jomplang antara subsidi yang digelontorkan dengan pendapatan

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Puluhan siswa SMP Negeri 9 Denpasar menunggu bus Trans Sarbagita di halte SMP 9, Sanur, Denpasar, Selasa (3/11/2015). Rencananya Dinas Perhubungan dan pengelola Trans Sarbagita akan menaikkan tarif penumpang. 

TRIBUN-BALI.COM. DENPASAR – Keberadaan angkutan bus Trans Sarbagita kembali mendapat sorotan.

Ketika melantik enam pejabat Eselon II Pemprov Bali kemarin, Gubernur Made Mangku Pastika menyampaikan pesan khusus kepada I Gusti Agung Ngurah Sudarsana terkait Trans Sarbagita.

(Ini Fenomena Trans Sarbagita, Penumpang Hanya 5 Orang per Jam)

Sudarsana adalah Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishub Infokom) Bali yang baru. Dia salah-satu dari enam pejabat Eselon II Pemprov yang dilantik Pastika di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (6/10/2016).

“Soal efisiensi Trans Sarbagita harus selesai,” demikian terdengar ucapan Pastika saat menjabat tangan Sudarsana di sela acara pelantikan.

Efisiensi Trans Sarbagita itu merupakan salah-satu hal yang dipesankan Pastika kepada Sudarsana selain masalah tonase kendaraan (truk) lintas provinsi dan taksi online.

Sudarsana menjadi Kepala Dishub Infokom Bali yang baru menggantikan I Ketut Artika, yang geser posisi menjadi staf ahli Gubernur.

Sebelumnya Sudarsana adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bali.   

Usai pelantikan, Pastika mengatakan bahwa pekerjaan rumah (PR) Dishub Infokom Bali cukup banyak.

Salah-satunya, soal angkutan Trans Sarbagita yang sepi penumpang, sehingga sangat jomplang antara subsidi yang digelontorkan dengan pendapatan yang diperoleh angkutan umum itu.

“Evaluasi itu Trans Sarbagita. Kan sepi, habisin duit subsidi yang banyak itu,” tandas Pastika.

Data 2015 menunjukkan, pendapatan Trans Sarbagita (dari tiket penumpang) sebesar Rp 2,67 miliar, sedangkan subsidinya mencapai Rp 10 miliar alias terjadi tekor sekitar Rp 7,3 miliar.

Kondisi tekor sebetulnya sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sejak angkutan umum ini dioperasikan pada 2011.

Namun, dengan alasan angkutan itu masih dalam tahap pengenalan ke publik karena baru dioperasikan, kondisi tekor masih bisa diterima, sehingga subsidi terus dikucurkan bahkan meningkat.

Dikatakan Pastika, kinerja Trans Sarbagita harus segera dievaluasi, karena ada beberapa trayek yang sangat sepi bahkan nyaris tak berpenumpang alias kosong.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved