Jembatan Cinta Nusa Lembongan Putus
Saksi Hidup Jembatan ‘Cinta’ Lembongan, Sudiarta Tersangkut di Reruntuhan, Nafasnya Hampir Putus!
Suasana sangat mencekam, saya sempat dengar suara tangisan dan teriakan minta tolong dimana-mana
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana duka masih terasa di lokasi putusnya jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Senin (17/10/2016).
Sejak matahari terbit, ratusan warga memadati lokasi jembatan yang ambruk Minggu (16/10/2016) petang itu.

I Komang Sudiarta (45).
Diantara warga tersebut, tampak I Komang Sudiarta (45).
Warga asal Pulau Lembongan ini sempat memejamkan matanya.
Rasa trauma jelas tergambar dari raut wajahnya.
Komang Sudiarta beserta istrinya, Ni Wayan Rusminingsih dan putrinya, Putu Lia Puspita Dewi menjadi saksi hidup dari peritiwa yang merenggut 8 korban jiwa tersebut.
“Saya masih harus bersyukur saya beserta anak dan istri masih selamat dari peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut benar-benar nyaris merenggut nyawa saya, “ ujar Sudiarta dengan ekspresi yang masih tampak shock dengan kejadian tersebut.
Ia menceritakan, putusnya jembatan kuning itu terjadi sekitar pukul 18.30 Wita.
Ketika itu jembatan kuning penuh sesak oleh pemedek yang baru usai sembahyang di Pura Bakung yang berlokasi di timur Jembatan Kuning.
Meskipun sudah ada peringatan jika jembatan rawan jebol, warga tidak mengindahkannya.
Pemedek yang menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki saling berdesakan.
Nahas bagi Komang Sudiarta dan keluarganya ketika itu terjebak di tengah jembatan.
Suara klakson silih berganti berbunyi dan dengan begitu cepat jembatan itu tiba-tiba putus.
Berdasarkan kesaksian Sudiarta, tali sling di utara jembatan yang putus telebih dahulu, lalu diikuti dengan tali sling di sisi selatan jembatan karena kondisi jembatan yang sudah tua dan saat kejadian over kapasitas.
Ketika itu Sudiarta merasa benar-benar dihadapkan pada maut.
Apalagi, pakaian Sudiarta tersangkut di reruntuhan jembatan, sehingga membuatnya tidak mampu muncul di permukaan.
“Kondisinya ketika itu sangat gelap. Saya berusaha merobek baju saya yang tersangkut di jembatan, dan setelah nyaris putus asa akhirnya berhasil. Saya sudah nyaris kehabisan nafas karena kurang lebih 5 menit terjebak di dalam air,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-jembatan-kuning-yang-runtuh_20161017_153041.jpg)