Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Firasat Paku Berkarat Sebelum Nelayan di Buleleng Tewas ‘Beh Enggal Be Awake Mati’

Sesekali bocah ini dihibur sang kakak, Luh Putu Widisari Astuti (8) yang juga tampak sedih. Kakak beradik ini tidak bisa menyembunyikan kesedihannya

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Kadek Darmayasa menunjukkan foto ayahnya, Nengah Juliawan semasa hidup bersama kakaknya, Luh Putu Widisari Astuti dan pamannya, Wayan Suriawan di depan rumahnya Banjar Adat Kampung Baru, Lingkungan Tamansari, Kelurahan Kampung Tinggi, Buleleng,Bali, Kamis (27/10/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kadek Darmayasa (4) terus saja murung di depan rumahnya Banjar Adat Kampung Baru, Lingkungan Tamansari, Kelurahan Kampung Tinggi, Buleleng, Bali, Kamis (27/10/2016).

Sesekali bocah ini dihibur sang kakak, Luh Putu Widisari Astuti (8) yang juga tampak sedih.

Kakak beradik ini tidak bisa menyembunyikan kesedihannya setelah mendapati kenyataan bahwa ayahnya, Nengah Juliawan (36) yang berprofesi sebagai nelayan tewas saat menyelam untuk mencari ikan di perairan Pantai Taman Sari.

Jasadnya ditemukan tenggelam dengan posisi terlentang di dasar laut dua kilometer dari pantai, Rabu (26/10/2016) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kini jasad Juliawan tengah disemayamkan di rumah duka.

Sejumlah kerabat dan tetangga mulai berdatangan untuk melayat sejak pagi hari.

Istrinya, Luh Putu Meliana (30) terlihat sangat syok.

Ia beberapa kali tak kuasa menahan tangis di samping jasad suaminya itu.

Kakak Juliawan, Wayan Suriawan (39) sudah mendapat firasat buruk sesaat sebelum adiknya itu berangkat melaut bersama dua temannya.

Menurut dia, siang harinya secara tidak sengaja telapak kaki kanan adiknya itu menginjak paku berkarat hingga terluka.

“Dia lalu bilang ‘beh enggal be awake mati’,” ucap Suriawan menirukan ucapan adiknya saat terkena paku.

Sore harinya sekitar pukul 06.00 Wita Juliawan berangkat melaut bersama Ketut Widi Suatikan (32), dan Komang Suardana (34) menaiki jukung menuju laut untuk mencari ikan dengan cara menyelam.

Niat ini dilakukannya karena ia bersama teman-temannya akan mengadakan acara makan-makan ikan bakar bersama petang harinya.

“Dia sebelum berangkat juga sempat bilang gak bisa ikut cari ikan karena kakinya terluka, tapi dia melawan rasa sakitnya dan semangat untuk mencari ikan demi bisa berkumpul dan makan-makan bersama teman-temannya,” ujarnya.

Sesampainya di tengah laut, ketiga nelayan ini mencari ikan dengan cara berpencar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved