Pesan Di Bantal Merah Jambu Sebelum Sepasang Pasutri Tewas Dibantai Secara Misterius
Terlihat tulisan rapi di bantal itu yang diduga ditulis Aslika. Foto pernikahannya pun masih terlihat rapi saat keduanya melangsungkan pernikahan.
Aslika ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap dan sandar. Ada juga tas dan barang-barang lainnya.
Ratusan warga menyaksikan proses evakuasi Aslika. Mereka semakin tertarik karena tim pencari rela menginap untuk menemukan warga Pintu Air tersebut.
"Sudah dari semalam mencari, bahkan ada yang menginap di atas sini," kata Badewi, warga setempat, di lokasi penemuan jenazah Aslika, Selasa (22/11/2016).
Lokasi penemuan sendiri diakui warga merupakan jalan buntu meskipun ada beberapa kebun di atasnya.
"Ini jalur air, jarang orang lewat sini, buntu jalannya, kami juga tidak tahu kebun siapa di sana," jelasnya.
Kapolres Bangka Tengah, AKBP Frangky Yusandhi bersama jajarannya langsung meninjau lokasi kejadian dan tempat pemeriksaan jenazah di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.
Pihaknya masih belum bisa memastikan dugaan sementara terkait tewasnya suami istri di kawasan bukit mangkol yang ditemukan dalam dua hari terakhir.
"Untuk kaitannya masih dengan kemarin penemuan jenazah, hingga mencari istrinya yang ditemukan meninggal dunia," jelasnya.
Kepolisian masih akan melakukan sinkronisasi dan dugaan di lapangan yang nantinya akan di rangkai dalam kesatuan penyelidikan."Kita lakukan evaluasi dan analisa dulu, mudah-mudahan mendapat titik terang," ujarnya.
Terkait apa saja luka yang didapatkan korban, tim DVI dan Inafis Polda Kepulauan Babel masih melakukan pemeriksaan medis.
Terlihat dari mulut korban mengeluarkan busa berwarna hitam.
Dijemput Suami
Safaria, bibi Aslika yang lain menyebut, Andi sempat menjemput istrinya di BTC Pangkalpinang, Minggu (20/11) sore.
Aslika diketahui bekerja di sebuah toko di pusat perbelanjaan tersebut.
"Paginya masih sempat kerja dan pulang sempat izin sama pemilik toko dijemput suaminya," kata Safarida saat ditemui di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Selasa (22/11/2016) sore.
Kesaksian seorang tetangga Andi dan Aslika di Gandaria I, pasangan itu sempat bertengkar beberapa hari sebelum penemuan jenazah keduanya. Namun dia tidak mengetahui masalah yang membuat keduanya cekcok.
"Membicarakan masalah apa tidak tahu juga, baru saja juga ada keluarganya datang untuk melihat kondisi rumahnya," ujar tetangga tersebut.
Seorang tetangga lainnya mengenang Aslika sebagai istri yang sangat baik. "Istrinya baik seratus persen, nurut apa kata suaminya, walaupun lelah pulang bekerja masih tetap memasak, menumbuk bumbu," katanya.
Total 30 Tusukan
MISTERI masih menyelimuti kematian pasangan Iswandi (28) alias Andi dan Aslika (29).
Hasil visum di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, setidaknya ada 30 luka tusuk yang diderita keduanya.
Ada juga luka lebam di tubuh pasutri itu.
Informasi yang dihimpun Bangka Pos, Aslika, istri Andi menderita tusukan paling banyak.
Tercatat ada 21 tusukan yang tersebar di bagian perut, dada, leher, dan punggung. Perempuan itu juga menderita luka lebam.
Sementara luka tusuk yang ada di tubuh Andi lebih sedikit.
Hanya ada sembilan luka akibat benda tajam di bagian perut dan dada.
Kapolres Bangka Tengah AKBP Frenky Yusandhy mengatakan penyidik masih terus mendalami kasus kematian Andi dan Aslika.
Analisa awal penyidik berubah saat Aslika ditemukan tewas di kawasan yang sama.
"Ada warga yang melihat keduanya berboncengan saat masuk ke kawasan Bukit Mangkol. Saksi lain beberapa saat setelah saksi pertama melihat sang suami sendirian bermotor menuju kawasan lebih tinggi," kata AKBP Frenky saa ditemui Bangka Pos, Selasa (22/11/2016) malam.
Ditambahkannya juga pihak Polsek Simpangkatis bersama Polres Bangka Tengah dan Krimum Polda Kep Bangka Belitung bekerjasama dan kerja keras untuk mengungkap kasus ini.
Selain itu rencananya akan dilakukan penyisiran disekitar dua TKP.
Baik di TKP tempat jenazah Iswandi maupun tempat ditemukannya jenazah Aslika. Penyisiran dilakukan untuk mencari barang bukti tambahan termasuk kemungkinan senjata tajam yang digunakan dibuang di sekitar lokasi.
"Besok (hari ini) kita lakukan penyisiran. Anggota dibagi dalam sejumlah tim dengan tugas yang saling berkaitan," ujarnya.
Selain itu juga menjadi tanda tanya besar adalah handphone milik korban. Pasalnya tidak mungkin kedua tidak memiliki Handphone. Sementara barang lain termasuk motor dengan kunci dikantongi Iswandi tidak hilang.
"Kalau Handphone mereka ada bisa ditemukan mungkin membantu pengungkapan kita akan cek kekeluarga atau rekannya soal handphone ini," kata Frenky.
Apa Salah Anakku
DUKA langsung terasa di kediaman orangtua Aslika di Kelurahan Pintu Air, Pangkalpinang, Selasa (22/11) malam. Setelah melalui proses pemeriksaan di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, jenazah Aslika tiba di rumah duka sekitar pukul 20.40 WIB.
Terdengar Isak tangis dari dalam rumah duka. Bahkan kakak kandung korban tak kuasa menahan diri hingga jatuh pingsan. Usai disalatkan di Masjid Al-Qomarul Anwar, Aslika dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Mentok.
"Astaghfirullahulazim, Astaghfirullahulazim, apa salah anakku," kata ibu Almarhumah yang akrab disapa Atuy, usai jenazah dibawa ke masjid untuk disalatkan pukul 21.30 WIB.
Jenazah Aslika disambut puluhan keluarga dan tetangga berkumpul di rumah duka. Tak hanya dari tetangga sekitar, pelayat juga ada yang datang dari daerah lain.
Banyak cerita yang terdengar dari masyarakat maupun pelayat yang datang. Mereka masih menduga-duga penyebab kematian wanita 29 tahun ini.
"Wee kejem ge orang bunuh, dak mungkin ngerampok karena harta agik ade, semoga lah cepet ketemu yang bunuh," kata seorang tetangga almarhumah.
Aslika merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Dia menikah dengan Andi sekitar satu tahun lalu. Sebelum menikah, Aslika dan Andi disebut adalah janda dan duda satu anak.
Mereka tinggal berdua di rumah kontrakan di Gandaria I, Pangkalpinang selama kurang lebih satu tahun terakhir.(bow/die/o2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasutri_20161123_132515.jpg)