Kedatangan Jenazah TKI Ilegal asal Buleleng, Keluarga Minta Surya Adika Balik dari Jepang
Sejumlah kerabat dan tetangga silih berganti datang melayat ke rumah duka. Kedatangan mereka disambut pihak keluarga yang masih tampak shock
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Suasana duka menyelimuti kediaman I Gusti Ayu Purna (70) di Dusun Prerenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (18/1/2017) pagi.
Sebuah karangan bunga dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buleleng berisi pesan belasungkawa atas meninggalnya I Gusti Bagus Susila Sana (28), anak sulung Gusti Purna.
Baca: Mengharukan, Tiba di Rumah Duka, Jenazah Gusti Bagus Disambut Tangisan dan Hujan
Sejumlah kerabat dan tetangga silih berganti datang melayat ke rumah duka. Kedatangan mereka disambut pihak keluarga yang masih tampak shock atas meninggalnya Bagus Susila.
Jenazah Bagus Susila tiba di rumah duka pada Selasa (17/1/2017) pukul 22.00 Wita dengan diantar mobil ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali yang diupayakan Disnaker Bali.
Jenazah diantar melalui jalur darat dari Bandara Ngurah Rai, Badung, ke Buleleng setelah melalui perjalanan udara via pesawat selama beberapa jam dari Jepang.
Keluarga almarhum terlihat berkumpul di dalam rumah tempat disemayamkannya jenazah Bagus Susila. Adik Bagus Susila, I Gusti Bagus Jaka (25) dengan rendah hati tidak memperkenankan Tribun Bali mengambil gambar suasana dalam rumah tempat jenazah disemayamkan.
Ia mengatakan pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan apapun karena masih shock. Ia mengajak Tribun Bali bercakap di luar rumah agar tidak mengganggu keluarga yang sedang berduka.
Menurut Bagus Jaka, adiknya I Gusti Bagus Surya Adika yang juga bekerja di Ibaraki, Jepang juga turut pulang bersama jenazah kakaknya.
Gusti Surya tidak bisa lagi lebih lama di Jepang, karena suasana keluarga yang sudah demikian dan keluarga memang memintanya untuk pulang ke Bali.
Jenazah Bagus Susila direncanakan akan dikuburkan di setra Desa Gitgit pada 29 Januari mendatang.
“Kami dari keluarga masih shock, masih tidak bisa memberikan informasi apapun,” ucap Gusti Jaka.
Saat jenazah tiba di rumah duka, Kepala Disnakertrans Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan bersama sejumlah stafnya turut menyambut dan melayat ke rumah duka.
Perwakilan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar juga turut mengantarkan jenazah dari bandara ke rumah duka di Buleleng.
Namun Priyanti tidak sempat bercakap dengan pihak keluarga karena amsih shock.
“Kami masih belum bisa berbincang saat itu dengan keluarga, menangis semua keluarganya malam-malam, hujan juga. Jenazah disimpan di dalam peti yang ditutup rapat, belum dibuka. Setelah tiba, diupacarai sampai selesai pukul 23.30,” kata Priyanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jenazah-i-gusti-bagus-susila-sana_20170118_142800.jpg)