Kecewa Tata Kelola Demokrat Bali, Kader di Karangasem Kabur ke Hanura
Sorak dan tepuk tangan tiba-tiba menggema di Restoran Kopi Made, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (27/1/2017).
Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sorak dan tepuk tangan tiba-tiba menggema di Restoran Kopi Made, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (27/1/2017).
Sejumlah kader Demokrat Karangasem melepas jas biru kebesaran partai besutan SBY di hadapan pengurus Hanura Bali.
Waketum DPP Hanura, Gede Pasek Suardika (GPS) yang duduk di antara pengurus Hanura Bali kemudian berdiri memakaian baju kebesaran Hanura kepada para kader Demokrat tersebut.
Tepuk tangan terus menggema.
Sejumlah pengurus dan kader Demokrat memang memilih untuk bergabung ke Hanura karena alasan kecewa terhadap hasil Musda Demokrat.
Beberapa di antara merela masih pengurus aktif. Sebut saja Ketua PAC Demokrat Kecamatan Sidemen Nengah Sudiartha, Ketua PAC Demokrat Kecamatan Manggis Made Mustika, mantan pengurus DPC Demokrat Karangasem I Ketut Pasek Denia dan kader lainnya.
"Aspirasi kita tidak bisa diterima. Dalam Musda juga tidak mencapai kesepakatan. Selain kecewa dengan Mudarta (Ketua Demokrat Bali Made Mudarta), sebagian besar mengaku jika Partai Demokrat tidak terbuka," ujar Pasek Denia.
Politisi senior Demokrat Karangasem ini menjelaskan, ada dua persoalan yang membuat kader Demokrat kecewa.
Yakni tata kelola partai yang dinilai tidak demokratis.
Menurutnya, dalam pemilihan pengurus seringkali menimbulkan kekecewaan.
Ia mencontohkan, seperti dalam Muscab III Demokrat Karangasem beberapa waktu lalu justru pihak yang mendapat dukungan tujuh suara, kalah dari calon yang hanya mendapat dukungan dua suara.
"Mungkin alasan kami hadir ke sini bersama teman-teman sangat kecewa karena mestinya dari dulu protes, semenjak kasus pejabat yang ada di Jakarta dari Bali korupsi, banyak yang protes sama saya. Saya katakan bersabar. Namun ketika ada Musda yang baru dan Muscab bulan Desember lalu, di sana saya kecewa karena tidak ada penyelesaian dari DPD Demokrat Bali," papar Pasek Denia.
Selain itu, kosongnya jatah kursi Demokrat di DPR RI dari Bali juga semakin memicu kekecewaan kader.
Hal ini, menurut dia, jelas merugikan masyarakat Bali. "Sampai sekarang kok dua anggota DPR (Demokrat) asal Bali belum di-PAW, kasian ribuan suara rakyat Bali," katanya.
Denia berjanji, akan membawa gerbong kader dan simpatisan Demokrat masuk ke Hanura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mudarta-dan-sby_20150424_164454.jpg)