Dharma Wacana
DHARMA WACANA : Fungsikan Hutan Sesuai Triwana Kertih
Di dalam ajaran agama Hindu dinyatakan,‘’Ayua sira angeruak ikang alam, apan ikang alas sinar sesarwaning amertha,’’.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Eviera Paramita Sandi
Manusia mengubah hutan di gunung-gunung hanya karena untuk memenuhi kebutuhan perut.
Bukan kebutuhannya untuk kehidupan yang sesungguhnya.
Karena itu, ketika kondisi hutan tidak harmonis, maka dampaknya akan sangat berbahaya.
Oleh sebab itu, di mana pun berada, marilah kita melestarikan hutan.
Jangan hanya hutan diekploitasi untuk mengisi keserakahan kita.
Karena di dalam ajaran agama Hindu, konsep yang disebut dengan wana kertih (menjaga hutan) bukan hanya dalam bentuk upacara atau dalam bentuk ritual.
Tetapi harus dilakukan dengan konservasi, pemeliharaan yang sebenarnya.
Terus terang saja, kita sering menggunakan pohon pinang untuk kegiatan ritual.
Tapi kita tidak pernah membudidayakan pohon pinang.
Inilah sekarang, menusia hanya ingin praktis.
Kita hanya bisa menebang dan menggunakannya.
Tapi tidak pernah bisa memelihara.
Orientasi orang saat ini hanya ke tanaman industri. (*)