Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WASPADA, Liquid Vape Diganti Sabu Cair ‘Blue Safir’, Ini Penjelasan Asosiasi Vaporizer Bali!

Narkoba dalam bentuk cair jenis baru 4-Klorometkatinona atau 4-CMC telah beredar di Indonesia

Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Aloisius H Manggol
Instagram/@choirunnisa_dini
Choirunnisa Dini sedang mengisap rokok elektrik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Munculnya narkoba dalam bentuk cair jenis baru 4-Klorometkatinona atau 4-CMC yang populer disebut blue safir di Indonesia, membuat Asosiasi Vaporizer Bali (AVB) berkomitmen untuk memerangi adanya oknum yang menggunakan liquid dalam rokok elektrik sebagai media peredaran narkoba blue safir.

AVB hendak bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali untuk mencegah beredarnya narkoba jenis blue safir pada pasar industri rokok elektrik di Bali.

Untuk mengawali kerjasama itu, pengusaha rokok elektrik yang tergabung dalam AVB melakukan audiensi dengan BNNP Bali.

Rombongan diterima oleh Kepala Bagian Umum BNNP Bali, AKBP Sang Gede Sukawiyasa di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar. 

Ketua Harian Asosiasi Vaporizer Bali, Gede Rahmadi Krisma Putra, mengatakan AVB berniat bersinergi dengan BNNP Bali di tengah isu beredarnya narkoba jenis baru, yang mana menyasar kalangan pengguna rokok elektrik.

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk bekerjasama dengan pemerintah, dalam hal ini BNNP Bali guna bersama-sama mencegah beredarnya narkoba cair blue safir di kalangan pengguna vape atau rokok elektrik di Bali.

“Seperti yang kita tahu, saat ini sudah banyak orang yang bisa meracik liquid vape. Nah, untuk mengawasi itu, kami perlu bekerjasama dengan pemerintah bagaimana agar vape ini tidak disalahgunakan oleh oknum,” kataanya, Senin (13/2/2017), di Kantor BNNP Bali.

Bentuk sinergitas antara AVB dan BNNP Bali, rencananya akan dikemas dalam bentuk seperti kampanye sosia, ceramah, atau penyuluhan bahaya narkotika.

Dalam waktu dekat, AVB akan menghelat event yang mengumpulkan kalangan pengusaha rokok elektrik di Bali pada tanggal 3-5 Maret 2017 mendatang di Sanur.

Pada event tersebut, AVB berharap BNNP Bali dapat hadir memberikan pemahaman akan bahaya narkotika.

“Kami siap bekerjasama dengan BNNP. Semisal dalam bentuk pertukaran informasi apabila dirasa ada yang mencurigakan dalam peredaran liquid vape di Bali. Secepatnya akan kami informasikan kepada BNNP jika menemukan kenyataan seperti itu di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, menyatakan siap bersama-sama dengan AVB mengawasi peredaran liquid di Bali.

Pengawasan itu sudah menjadi komitmen BNN guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba jenis baru itu.

Sinergitas dengan asosiasi pengusaha vaporizer di Bali menurut perwira melati dua di pundak ini amat membantu kerja BNNP dalam mencegah masuknya blue safir ke Pulau Dewata.

“Saya harapkan AVB memberikan informasi kepada BNNP. Saya dorong penuh upaya AVB membatasi penyalahgunaan vape di Bali,” ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved