Waiter yang Tewas di Jalan Gunung Salak Sering Dikunjungi Teman Laki-laki
Tribun Bali mencoba menyambangi rumah kosnya yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian.
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah penemuan mayat Imran Handani di Jalan Gunung Salak, Gang Esa, Denpasar, kemarin (25/2/2017), Tribun Bali mencoba menyambangi rumah kosnya yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian.
Rumah kos korban berada di ujung gang tepatnya di Gang Esa nomor 8.
Korban diketahui tinggal sendiri di kosnya selama kurang lebih setahun.
Menurut keterangan tetangga kosnya, semasa hidupnya waiter di sebuah restoran di Kuta, Badung, ini terbilang sangat tertutup.
Baca: Ada Luka Tusukan di Bagian Dada Waiter yang Tewas di Jalan Gunung Salak
Baca: Usai Minum Arak, Pria Bertato Jantung Hati Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Denpasar
“Orangnya jarang berkomunikasi. Paling cuma menyapa sesama penghuni kos,” ucap tetangga kos korban, Umi.
Meskipun memiliki pribadi tertutup, korban dikenal sopan.
“Kalau pagi hari biasanya dia menyapu di kosnya,” ungkap wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ini.
Umi menuturkan, biasanya Imran keluar dari kos untuk bekerja setiap pukul 15.00 Wita dan pulang pada tengah malam sekitar pukul 23.00 Wita.
“Selalu pergi dan pulang ke kos dengan mengenakan pakaian kerja,” katanya.
Dia juga mengatakan Imran yang belum berkeluarga itu seringkali dikunjungi oleh teman sesama laki-laki.
“Teman-temannya sering datang ke kosnya, tapi enggak nongkrong, langsung pergi begitu,” ungkapnya.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, korban diduga merupakan kaum LGBT (penyuka sesama jenis).
Diduga pembunuhan ini dipicu karena permasalahan pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/imran-handani_20170226_132802.jpg)