Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kebakaran Pasar Kidul Bangli, 12 Kois Penuh Barang Dagangan Ludes Menjadi Arang

Saat itu, Dayu datang ke kiosnya yang terletak di sebelah barat pada pukul 04.00 untuk menata barang-barang dagangan.

Tayang:
Tribun Bali/Fredey Mercury
Warga melihat sisa-sisa kebakaran di Pasar Kidul Bangli, Senin (6/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bau hangus masih tercium di Pasar Kidul Bangli, Senin (6/3/2017).

Sekitar 12 kios yang penuh dengan barang-barang dagangan untuk keperluan upacara adat, ludes dilahap si jago merah.

Baca: Ini Identitas Pemilik 16 Kios yang Ludes Diamuk Si Jago Merah di Pasar Kidul Bangli

Masyarakat dan pedagang yang penasaran dengan kebakaran di lantai 2 pasar tersebut langsung naik untuk melihat langsung kondisi kios yang terbakar.

Kepada Tribun Bali, Ida Ayu Sinarwati (40), satu pemilik yang kiosnya terbakar menceritakan, dirinya mengetahui kebakaran tersebut pada Pukul 04.15 Wita.

Puing-puing sisa kebakaran Pasar Kidul Bangli, Senin  (6/3/2017)
Puing-puing sisa kebakaran Pasar Kidul Bangli, Senin (6/3/2017) (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Saat itu, Dayu datang ke kiosnya yang terletak di sebelah barat pada pukul 04.00 untuk menata barang-barang dagangan.

"Saya datang pukul 04.00 untuk buka kios dan menata barang-barang dagangan. Setelah semua tertata, saya bersiap untuk ngaturin canang dan menyalakan dupa. Sekitar pukul 04.15 saya mendengar pedagang di bawah ribut, teriak-teriak 'ada api di duur (di atas).. ada api di duur..' saya lihat ke kiri tidak ada apa-apa, saya lihat ke kanan api sudah membesar," paparnya.

Dayu pun lari mengambil tasnya dan teriak minta tolong kepada pedagang yang berada di bawah.

"Tulungin kebakaran di duwur... tulungin kebakaran di duwur..., tapi semua hanya nonton sambil bilang 'api...api' , gimana mau nolongin?," ucapnya.

Hingga akhirnya para pedagang buah di bawah menyerbunya dengan mengatakan 'bu Dayu de panik, tolong barange malu selametang (jangan panik, tolong selamatkan dulu barangnya)', semua pedagang buah pun naik dan membantu menyelamatkan barang dagangan yang masih tersisa.

"Para pedagang buah membantu menyelamatkan barang-barang dagangan saya yang masih bisa diselamatkan," ungkapnya.

Dayu mengatakan bahwa barang-barang dagangan yang terbakar merupakan barang mudah terbakar.

Kiosnya yang terbakar merupakan gudangnya.

"Padahal saya baru saja belanja barang-barang untuk persiapan Galungan (delapan hari setelah nyepi). Untuk kerugian saya sendiri, mencapai Rp 80 Juta lebih. Karena itu barang-barang baru saja beli dan full gudang saya berisi barang-barang itu." Tuturnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved