Inspirasi
Lukisan Gusti Lanang Jadi Kartu Pos di Swiss
Namun, keterbatasan rupanya tidak sanggup membunuh kreatifitasnya. Tak main-main karyanya bahkan dijadikan postcard di Swiss.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Gusti Made Lanang Agung (23) duduk di kursi roda saat ditemui di kediamannya, Dusun Tengah, Desa Manduang, Klungkung, Bali, Jumat (17/3/2017).
Tatapan anak muda itu terfokus pada laptop untuk membuat lukisan wayang Kamasan secara digital dengan media komputer.
Gusti Lanang tak seperti anak muda seusiannya.
Ia mengalamai keterbatasan fisik sejak lahir.
Hanya mampu beraktivitas di atas kursi roda saja.
Namun, keterbatasan rupanya tidak sanggup membunuh kreatifitasnya. Tak main-main karyanya bahkan dijadikan postcard di Swiss.
Sepintas tangan mungil Gusti Lanang tampak kaku. tapi lihat jemari jempol dan telunjuknya sangat lihai memainkan touchpad.
Hanya dengan aplikasi paint, ia mampu menggambar sketsa lukisan kamasan yang dikenal sangat rumit. Tidak hanya membuat sketsa, ia juga mampu mewarnai lukisan secara digital.
“Saya belajar sendiri, lihat-lihat saja, dan mulai coba-coba lukis. Pertamanya pakai tangan, tapi tangan saya lama-kelamaan kaku dan tidak bisa pegang pensil. Lalu coba pakai laptop. Awalnya susah, tapi lama-lama jadi kebiasaan,” kata Gusti Lanang.
Selama beberapa tahun terakhir, Gusti Lanang mengaku telah menyelesaikan lebih dari 20 lukisan.
Waktu penyelesainnya satu bulan untuk satu lukisan. Sebagian kecil lukisannya terpajang cantik di dinding rumahnya.
Putra kedua dari pasangan Gusti Ngurah Purwana (47) dan Dewa Ayu Adiani (46) ini mengungkapkan, selain menjadi pajangan, beberapa lukisan karya putranya tersebut sudah sempat mengikuti pameran di Denpasar yang difasilitasi oleh salah satu yayasan di Bali.
Saat itu, lukisannya ludes dibeli oleh beberapa pegawai bank.
“Waktu itu laku lumayan. Semua lukisan karya anak saya ludes dibeli. Walaupun kami tidak mematok harga, tapi ada apresiasi untuk karya anak saya yang memiliki keterbatasan fisik seperti ini,” kata Gusti Ngurah Purwana.
Yang tak biasa, wisatawan asal Swiss yang sempat ia antar sangat terkesan dengan kemampuan anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gusti-made-lanang-agung_20170318_130054.jpg)