Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Kerusakan Bangunan di 8 Daerah di Bali Akibat Gempa, Waspada Seminggu Bisa 2 Kali Gempa!

Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi menengah di Zona Benioff, yaitu lajur lempeng tektonik yang sudah mulai menukik.

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Puluhan genteng beserta emperan kamar mandi seorang warga di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana akibat gempa, Rabu (22/3/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guncangan linuh atau gempa bumi mengagetkan krama Bali, Rabu (22/3/2017) pagi.

Dalam situasi panik warga berlarian keluar rumah atau hotel untuk selamatkan diri. 

Ilustrasi gempa bumi besar di Bali
Ilustrasi gempa bumi besar di Bali (Tribun BAli/Prima)

Informasi awal yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa mencapai 6,4 SR.

Tapi setelah kembali dianalisis, gempa cukup keras yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Bali itu mempunyai kekuatan 5,7 SR.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.79 LS-115.19 BT, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak 12 km arah tenggara Kota Denpasar pada kedalaman 125 km.

Gempa berkekuatan 5,7 SR itu terjadi pukul 07.10 Wita berdurasi hampir lima detik.

Gempa tersebut dirasakan di seluruh Bali dan beberapa daerah terdekat seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember (Jawa Timur) serta Mataram, Sumbawa, dan Bima (Nusa Tenggara Barat).

Gempa dirasakan dua kali dengan guncangan kedua lebih keras, yang menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan beberapa warga luka-luka.

"Selang setengah jam kemudian terjadi gempa susulan dengan kekuatan 3,9 SR," ujar Kabid Observasi BMKG Balai Besar Wilayah III Denpasar, Hendra Suarta, di kantornya, Rabu kemarin. 

Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi menengah di Zona Benioff, yaitu lajur lempeng tektonik yang sudah mulai menukik.

Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami

Gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, pada lajur lempeng tektonik yang sudah mulai menukik.

Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dewa Indra, menyatakan wilayah Bali memang rawan gempa.

Pulau Bali berada di zona subduksi yakni berada pada dua lempeng tektonik yakni Eurasia dan Indo-Australia.

Lempeng ini sangat aktif dan saling tekan menekan sehingga setiap saat terjadi gempa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved