Duh, Penderita HIV/AIDS di Bangli Terus Bertambah, Diantaranya Karena Pergaulan Bebas Dan Perantauan
Peningkatan penderita HIV/AIDS di Bangli dipengaruhi dari banyaknya pergaulan bebas masyarakat Bangli.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Bangli, Bali bertambah setiap tahunnya.
Terbukti hingga akhir tahun 2016 lalu, peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten bangli mengalami peningkatan sebanyak 60 orang, dari 236 total pengidap HIV/AIDS di tahun 2015.
Ditemui pada hari Jumat (24/3/2017) di Kantor Dinas Kesehatan, Kasi Penanggulangan Penyakit I Nyoman Sudarma, didampingi oleh Pengelola Program HIV/AIDS, Pande Ayu Wayan Nilawati mengatakan, hingga tahun 2016 lalu, total pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Bangli sebanyak 296 orang.
Peningkatan penderita HIV/AIDS di Bangli dipengaruhi dari banyaknya pergaulan bebas masyarakat Bangli.
Disamping itu, tingginya masyarakat yang merantau juga menjadi pemicu peningkatan HIV/AIDS.
"Kebanyakan masyarakat yang merantau, meski telah berkeluarga, mereka memanfaatkan 'cafe' untuk menuntaskan hasrat seksualnya.
Beberapa dari perantau ada yang menjadi wanita penghibur itu, mungkin ada yang sudah terinfeksi virus HIV/AIDS.
Ditambah ketika perantau tersebut pulang kerumah dan berhubungan dengan istrinya, maka istrinya otomatis ikut tertular," tutur Sudarma.
Sudarma juga memaparkan, pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Bangli, rata-rata berada di usia produktif, yaitu umur 20 hingga 39 tahun. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hiv-aids_20150522_172321.jpg)