Margo Wening, Pura Pertama di Sidoarjo, Impian Mbah Untung pun Terwujud   

Kelak, anak keturunan Mbah Untung pula yang banyak berperan meneruskan perjuangannya merawat pura yang terletak sekitar 16 Km di barat daya Sidoarjo

Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Sunarko
Pura Margo Wening 

Tidak hanya dari Sidoarjo, umat Hindu dari wilayah-wilayah sekitar Sidoarjo (seperti Pasuruan dan Mojokerto) juga turut beribadah di Pura Jagat Natha Margo Wening.

Pada tahun 1998, pura sudah dianggap tidak mampu menampung umat yang kian bertambah jumlahnya.

Terlebih, saat ada upacara-upacara besar.

“Awalnya kan pura hanya untuk warga lokal Desa Balong Garut dan wilayah Sidoarjo. Lama-kelamaan jumlah umat mencapai ribuan, ada dari Surabaya, Mojokerto dan Pasuruan,” kata Made Budi Astika, kepala Humas (Hubungan Masyarakat) Pura Margo Wening sekaligus Humas PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Sidoarjo.

Pada tahun 1999 mulai dilakukan pembangunan atau tepatnya relokasi pura dengan lahan yang lebih luas, yang lokasinya hanya berjarak sekitar 15 meter dari pura lama.

Namanya pun berubah menjadi Pura Penataran Agung Margo Wening.

Selain lahan yang ditempati lebih luas, bangunan pura yang baru juga lebih besar.

Pura lama hanya seukuran sekitar 150 meter persegi.

Sedangkan pura perluasan seluas 640 meter persegi atau empat kali lipat lebih luas dari pura lama.

Pada tanggal 21 Agustus 2004 diadakan ngenteg linggih atau peresmian pura perluasan oleh Bupati Sidoarjo Win Hendrarso.

Lagi-lagi, untuk perluasan pura Mbah Untung kembali memberi andil besar.

“Ketika umat menyampaikan maksudnya kepada Mbah Untung tentang kebutuhan untuk memperluas pura, bapak langsung memberikan tanah kebun di belakang rumah kami untuk digunakan dan dihibahkan,” kata Ida Pandito Romo.

Berdirinya Pura Penataran Agung Margo Wening pun kemudian seperti menjadi inspirator bagi kehadiran beberapa pura lain di Kabupaten Sidoarjo, seperti Pura Jala Siddhi Amertha di Sedati dan Pura Nirwana Jati di Sekelor.

Bahkan, menurut Made Budi, Pura Penataran Agung Margo Wening yang piodalannya bertepatan dengan Hari Raya Kuningan kini menjadi semacam rujukan bagi pura-pura terdekat, kendati pura-pura itu sudah masuk wilayah kabupaten yang berbeda.

Misalnya, Pura Tirtha Wuluh Surapati di Bangil (Kabupaten Pasuruan), Pura Pasopati Watu Kosek (Kabupaten Mojokerto) dan Pura Dharma Suci, Kota Pasuruan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved