Pemakaman Korban Truk Maut Diselimuti Duka, Kakek Maharani Masih Terpukul
Di rumah duka, kakek korban bernama Wayan Partai masih tampak terpukul atas kejadian nahas tersebut.
"Orangnya baik, ramah, orangnya ulet juga biasanya ngurus acara upacara Bali, dan kepedulian sosialnya tinggi, dia orangnya ikhlas sekali membantu orang, " imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas tersebut terjadi Rabu (19/4/2017) sekira pukul 11.00 Wita.
Saat itu Aliani dan Dewi Maharani baru saja tiba di rumah dan memarkir kendaraannya.
Aliani kemudian berniat membuatkan Maharani susu di dapur.
Setelah turun dari kendaraan dan berniat masuk ke dapur, tiba-tiba truk menyeruduk korban dari arah belakang.
Korban yang tak menyadarinya tak mampu menghindar dan meninggal di tempat kejadian.
Keduanya tergencet dan terjepit di antara kepala truk dan dinding dapur.
Melihat peristiwa nahas tersebut, banyak warga setempat yang datang untuk membantu evakuasi korban.
Karena ukuran truk yang terbilang besar, dibutuhkan alat berat untuk menariknya.
Setelah itu tubuh korban baru bisa dievakuasi dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUP Sanglah.
Aliani ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Sedangkan Maharani menghembuskan napas terakhirnya dengan mengalami luka-luka lecet.
Adapun rumah yang diterjang hancur di bagian depan dan sepeda motor tak berbentuk.
Jenazah kedua korban kemarin sore dikubur di Setra Desa Adat Pecatu.
Rasa duka menyelimuti orangtua Maharani dan suami serta anak dari Aliani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemakaman-di-pecatu_20170421_101356.jpg)