Pemakaman Korban Truk Maut Diselimuti Duka, Kakek Maharani Masih Terpukul
Di rumah duka, kakek korban bernama Wayan Partai masih tampak terpukul atas kejadian nahas tersebut.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Fauzan Al Jundi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Suasana duka masih terasa di rumah korban Ni Wayan Aliani (43) dan Dewi Hana Maharani (1,5) yang tewas ditabrak truk di halaman rumahnya di Jalan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (20/4/2017).
Suasana pemakaman kedua korban pun berlangsung penuh keharuan.
Di rumah duka, kakek korban bernama Wayan Partai masih tampak terpukul atas kejadian nahas tersebut.
Dengan terbata-bata ia menceritakan peristiwa mengenaskan yang dialami Aliani, dan cucunya Dewi Maharani.
"Kemarin (Rabu, red) sebelum saya ke sini sudah banyak orang kumpul di sini, cucu saya terjepit, tergencet truk terus saya tarik tidak bisa. Saya balikkan dan lihat wajahnya, darahnya sudah banyak mengalir di mulut dan hidung si Maharani," kata Wayan Partai kepada Tribun Bali, kemarin.
Kakek Maharani sempat pingsan cukup lama karena melihat cucunya bersimbah darah.
Saat itu ia berusaha mengeluarkan Maharani dari gencetan truk dan bangunan rumahnya.
Wayan Partai mengaku sangat sayang kepada cucunya.
Ia benar-benar tidak menyangka kejadian tersebut menimpa cucu kesayangannya.
Dengan nada terbata-bata dan masih tidak percaya, ia berusaha mengingat dan menceritakan kejadian yang paling berkesan dari cucunya semasa dia hidup.
"Orangnya lucu, baru satu setengah tahun. Saat saya ngobrol di warung sini, saya dibawain minuman dan makanan ringan 'kek ini kek', itulah yang terkesan. Masih kecil sudah supel seperti itu," ujarnya.
Menurut Wayan Partai, kejadian itulah yang mengetuk hatinya dan benar-benar tidak bisa ia lupakan.
Tidak hanya cucunya, Aliani juga membuat Wayan Partai tak kuasa menahan sedihnya.
Baginya, Aliani adalah sosok yang baik dan menjadi panutan bagi saudara-saudaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemakaman-di-pecatu_20170421_101356.jpg)