Sosok Dosen Ramah dan Pekerja Keras Ini Pergi untuk Selamanya, Mahasiswa Sangat Kehilangan
Bagi mahasiswa STP, sosok Budiasa sangat spesial. Karenanya mereka merasa sangat kehilangan dengan keramahan sang dosen.
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seluruh civitas Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua berduka.
Mereka kehilangan I Gusti Putu Ngurah Budiasa A.Par., MA, CHA, yang dikenal sebagai sosok ramah dan pekerja keras.
Baca: Nahas, Jenazah Dosen STP Terapung Tanpa Busana, Motor Ditemukan di Pura Geger
Bahkan sosok dosen ini, favorit di kalangan mahasiswa.
Ketua STP Nusa Dua, Drs Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed mengungkapkan di kalangan pengajar dan mahasiswa STP, korban dikenal sebagai dosen yang sangat baik.
Selain itu, secara akademis sangat profesional dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya.
"Beliau menjadi dosen favorit para mahasiswanya," kata Byomantara di RSUP Sanglah, kemarin.
Namun secara pribadi, kata Byomantara, korban dikenal sangat serius dan sedikit pendiam.
"Memang agak tertutup orangnya," tandasnya.
Di mata Ketua I STP Nusa Dua, Dr Ni Made Eka Mahadewi M.Par.,CHE, seorang Budiasa adalah sosok yang tenang, pekerja, dan santun.
Ketua Program Studi Administrasi Perhotelan tersebut disebut tak pernah mengeluh, selalu berupaya untuk membuat kemajuan institusi.
"Beliau teman seangkatan saya waktu kuliah di BPLP (sekarang STP Nusa Dua) tahun 1990. Beliau amat sangat sabar, murah senyum, simpati dengan kolega dan mahasiswa," tulis Eka Mahadewi, via chat messenger dari Dubai, tadi malam.
Bagi mahasiswa STP, sosok Budiasa sangat spesial.
Karenanya mereka merasa sangat kehilangan dengan keramahan sang dosen.
Arya, mantan mahasiswa Budiasa, mengungkapkan tentunya para mahasiswa serta siapa pun yang pernah diajarnya merasa sangat kehilangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gusti-putu-ngurah-budiasa_20170424_190122.jpg)