Terima Telepon dari Selingkuhan Suami, Apa yang Dilakukan Wanita Ini Bikin Haru
Benarlah kata orang, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan pria yang jahat hanya untuk wanita yang jahat.
Saya memberikan telepeon itu kepada suami, dia terdiam mungkin melihat ekpresi saya yang tak ada marah, tak ada sedih, dengan wajah biasa.
Bukan saya tak sedih, hati mana tak hancur melihat itu. Tapi saya memikirkan empat anak saya, saya ingin pisah sebenarnya.
Saya bilang saat itu.
“Buah hati kamu menelpon.”
Saya mengambil anak yang sedang bermain dengan suami. Tapi usai menelpon tak disangka suami datang dari belakang dan memeluk saya, dia sujud di kaki saya dan meminta ampun atas kesalahanya selama ini.
Jujur saja saya muak dan marah. Jika mengikuti emosi mungkin saya akan meminta dipulangkan kerumah, tapi saya memikirkan anak saya. Saya masih berharap suami bisa berubah jadi lebih baik.
“Tidak ada lagi kah sayang kamu kepada saya,” tanya suami saya sambil meminta maaf
Saya masih terdiam saat itu, menahan sakit saya tersenyum.
Baru kali itu saya melihat suami menangis begitu terguguh dan seperti begitu sakit, padahal saya tak bicara apa-apa.
Sejak saat itu, saya bersikap biasa. Tapi tidak dengan suami yang mulai berubah dan menjadi lebih baik. Mungkin itulah balasan untuk sabar, balasan untuk doa yang terus saya panjatkan. Kini suami menjadi lebih baik dan bisa menjadi imam shalat kami.
Terima kasih ya Allah. Sungguh besar hikmah atas segala kesabaranku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-selingkuh_20170327_130554.jpg)