Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kampanyekan Sikap Toleran dan Anti Radikal, Ormas PBB Bentangkan Merah Putih di Gunung Agung

Itu dibuktikan dengan membentangkan 'Sang Merah Putih' di puncak Gunung tertinggi di Bali, Gunung Agung

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ady Sucipto
istimewa
Tim pendaki dari anggota ormas PBB membentangkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Agung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -‎ Toleransi antar umat beragama dan sikap anti radikalisme mewabah di masyarakat Bali.

Tak hanya  dari institusi TNI/Polri dan elemen masyarakat berbasis keagamaan, tapi organisasi masyarakat (Ormas) pun turut andil.

Ormas Pemuda Bali Bersatu (PBB) pun turut mengokohkan semangat toleransi dan anti radikalisme.

Itu dibuktikan dengan membentangkan 'Sang Merah Putih' di puncak Gunung tertinggi di Bali, Gunung Agung.

Ketua Harian PBB, Made Muliawan Arya, kegiatan ini merupakan sikap dari PBB untuk mengobarkan semangat persatuan.

Di umur organisasi yang kini sudah menginjak 15 tahun, maka pembentangan bendera merah putih menjadi semangat tersendiri untuk mengabdikan diri ke Pulau Seribu Pura ini dan Indonesia.

"Kami akan menyambut HUT ke 15. Isu intoleran dan radikalisme membuat kami harus berupaya menangkal dan bahkan menggerus. Organisasi kami membentangkan merah putih di Gunung Agung sebagai upaya untuk mengobarkan semangat Persatuan dan Kesatuan," tegasnya, Rabu (31/5/2017).

De Gadjah begitu ia akrab disapa, juga menyatakan, selain mendaki gunung pihaknya juga melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah, Klungkung pada 1 Juni 2017, besok dan melakukan kegiatan kejuaraan motorcross di Klungkung, turnamen futsal di Denpasar, dan kegiatan lomba Sunrise Running di Pulau Serangan pada 2 Juli 2017.

"Kami lakukan semua ini juga mengacu pada konsep hidup masyarakat Hindu Bali yakni Tri Hita Karana. Yang artinya, hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan atau alam, dan antara manusia dengan Sang Pencipta," ungkapnya.

"Untuk kegiatan pendakian ke Gunung Agung merupakan wujud dari hubungan antara manusia dengan alam, di mana kita berupaya menjaga kelestarian alam dengan cara membersihkan sampah yang ada di Puncak Gunung Agung," De Gadjah menambahkan.

‎Menurut Ketua Tim Pendakian, Irene, upaya pendakian berjalan lancar, dimana semua anggota tim ada dalam kondisi sehat baik saat naik ataupun turun gunung.

Selain mendaki, PBB juga melakukan pembersihan sampah-sampah. Dan untuk pendakian sendiri, dimulai dari Senin (29/5/2017) kemarin, tim ekspedisi PBB berangkat dari Kota Denpasar pada senin sore.

Pukul 19.30 Wita, Tim Ekspedisi tiba di Polsek Besakih dan disambut anggota PBB dari wilayah Karangasem dan Klungkung.

Pukul 20.00 Wita, dilakukan seremoni singkat pelepasan Tim Pendaki yang diikuti anggota PBB wilayah Karangsem dan Klungkung. ‎

Pukul 20.30 Wita, tim pendaki mulai melakukan pendakian menuju puncak pas (puncak sejati) Gunung Agung yang berada pada ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut.

Pukul 21.40 Tim Pendaki tiba di pos 1. Setelah istirahat sejenak, pukul 22.00 Tim Pendaki melanjutkan perjalanan. Selasa (30/5/2017) dinihari Pukul 02.15, Tim pendaki tiba di bukit 1 dan kemudian beristirahat sekaligus makan.

Pukul 04.00 pagi, Tim kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak sejati Gunung Agung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved