Lupa Matikan Dupa, Piasan Merajan Gusti Bungsil Ludes Terbakar
Bungsil pun kini harus melakukan pembangunan ulang, dan menggelar ritual penyucian merajan dengan biaya yang relatif besar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI,COM, GIANYAR – Akibat lalai dalam menggunakan dupa selama persembahyangan, I Gusti Putu Bungsil (60) mengalami kerugian Rp 50 juta.
Sebab, bangunan piasan di merajan warga Banjar Tojan Kanginan, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, ludes dilalap api, Selasa (6/6/2017) malam.
Bungsil pun kini harus melakukan pembangunan ulang, dan menggelar ritual penyucian merajan dengan biaya yang relatif besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, Rabu (7/6/2017), kebakaran tersebut pertama kali diketahui Ni Putu Eva Losiawati (25).
Saat itu, Eva yang merupakan menantu korban, sedang melakukan persembahyangan di merajan, Selasa sekitar pukul 17.00 Wita.
Persembahyangan dilakukan dengan cara menghaturkan canang dan dupa.
Persembahan ini dihaturkan di setiap pelinggih yang ada di merajan, satu di antaranya gedong piasan berukuran 4x5 meter itu.
Usai sembahyang, tepatnya sekitar pukul 09.00 Wita, Eva terkejut melihat kobaran api di bangunan piasan.
Kebakaran tersebut diduga lantaran Eva lupa mematikan dupa dipersembahkan di piasan.
Mengatahui merajan-nya kebakaran, Eva pun berteriak meminta bantuan warga.
Warga pun sempat membantu memadamkan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Tak berselang lama, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar pun tiba di lokasi.
Selain petugas Damkar, anggota Satpol PP juga dikerahkan, untuk menghalau warga yang menghalangi masuk-keluarnya mobil Damkar.
Kepala Dinas Damkar Gianyar, Cokorda Agusnawa mengatakan, ketika mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), api telah menghanguskan piasan.
Namun pihaknya berhasil menghalau api, sehingga tidak merembet ke pelinggih lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kebakaran_20170608_120712.jpg)