Lupa Matikan Dupa, Piasan Merajan Gusti Bungsil Ludes Terbakar
Bungsil pun kini harus melakukan pembangunan ulang, dan menggelar ritual penyucian merajan dengan biaya yang relatif besar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
“Tidak ada kendala dalam pemadaman, hanya saja saat petugas sampai lokasi, api sudah besar. Beruntung kami belum terlambat menghalau api, sehingga bangunan lainnya selamat,” ujarnya.
Pejabat asal Puri Agung Peliatan ini mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban, sebelum terjadi kebakaran, menantu korban menghaturkan sesajen berupa canang dan dupa.
Dugaannya, api bersumber dari dupa yang lupa dipadamkan.
“Kerugian dari kebakaran ini ditaksir Rp 50 juta,” ujarnya.
Cok Agusnawa menghimbau masyarakat supaya bijak menggunakan dupa saat melakukan persembahyangan.
Sebab banyak peristiwa kebakaran terjadi karena lalai menggunakan dupa. Terlebih lagi saat musim kemarau, di mana material bangunan sanggah/merajan menjadi kering, dan mudah terbakar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kebakaran_20170608_120712.jpg)