Si Naga Gagal Terbang, Ribuan Penonton Kecewa
Namun, baru naik sekitar tujuh meter, si nagaraja nyungsep ke bawah. Si naga pun batal melangit, ribuan penonton kecewa
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suara seruling nyaring terdengar di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Sabtu (22/7) sore. Layangan raksasa nagaraja sepanjang 250 meter bersiap terbang di tengah ribuan penonton yang sudah lama menunggu.
Namun, baru naik sekitar tujuh meter, si nagaraja nyungsep ke bawah. Si naga pun batal melangit, ribuan penonton kecewa.
Insiden nyungsepnya layangan yang dibuat seharga Rp 130 juta itu mengenai seorang jurnalis televisi hingga bibirnya robek, dan tangannya luka-luka.
Layangan Nagaraja yang dijadwalkan mengudara pukul 15.00 wita itu sedikit ngaret dikarenakan kecilnya embusan angin di pantai yang terletak di Denpasar Selatan itu.
Ribuan penonton terlihat sudah datang berduyun-duyu sejak pukul 13.00 wita.
Setelah layangan nagaraja diketahui patah, Ketua Panitia Dhanginpeken Kite Festival yang juga koordinator pembuat layangan Nagaraja Kadek Suprapta Meranggih terlihat syok, hingga pingsan dan digiring sejumlah pecalang.
Panitia memutuskan membatalkan penerbangan layangan Nagaraja yang pada 2016 silam sempat meraih rekor Muri sebagai layangan terbesar, dan terpanjang di Indonesia itu.
Begitu diumumkan layangan batal mengudara, ribuan penonton yang tumpah ruah sontak balik arah secara bersamaan ke arah parkir.
Dari sejumlah penonton yang diwawancara Tribun Bali, ada yang memaklumi, ada juga yang kecewa lantaran sudah datang jauh-jauh demi menyaksikan nagaraja mengudara.
“Jelas kecewa, saya datang jauh-jauh dari Gianyar,” kata Gede Sudiana. “Kalau saya sih maklum, namanya juga tidak ada angin mau bagaimana. Penontonnya juga terlalu banyak,” ucap Wayan Sudharma Yasa, penonton lainnya yang juga datang dari Gianyar.
Pantauan lokasi, sebelum Nagaraja mengudara, ribuan penonton yang berdesakan ingin mendekati layangan.
Meski panitia sudah berkali-kali berteriak agar penonton menjauh, mereka tetap berada di dekat layang-layang. Hingga waktu tiba, layangan nagaraja diterbangkan, dan akhirnya nyungsep.
Ketua ST Dhananjaya Danginpeken, I Made Aditya Prayudi menjelaskan, insiden yang terjadi menurutnya karena banyaknya penonton yang menyaksikan nagaraja. Selain itu, kecilnya angin membuat layangan akhirnya nyungsep ke bawah.
“Kalau besok selesai diperbaiki, besok kita akan terbangkan lagi,” katanya. Kadek Suprapta Meranggih belum bisa dimintai keterangan lantaran masih syok.
Selain lahan bermain layang-layang di Padang Galak, Lahan bermain layang-layang di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar terancam sirna. Lahan ini bakal dikerjasamakan dengan investor Jakarta yang saat ini sedang dalam tahap verifikasi dan proses sertifikat lahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/layangan-raksasa-nagaraja_20170723_110938.jpg)