Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Alasan Pura Ulun Danu Beratan Ditutup Puluhan Orang Berpakaian Adat!

Puluhan orang mengenakan pakaian adat memasang spanduk penutupan sementara Pura Ulun Danu Beratan

Penulis: I Made Argawa | Editor: Aloisius H Manggol
tribun bali/I Made Argawa
Pemasangan spanduk penutupan DTW Ulun Danu Beratan. Saat ini aksi masih berlangsung meski spanduk telah dilepas Sat Pol PP. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Suasana tegang tampak di pintu masuk Daerah Tujuan Wisata (DTW)  Pura Ulun Danu Beratan, Rabu (26/7) sekitar pukul 14.30 wita.

Puluhan orang mengenakan pakaian adat memasang spanduk penutupan sementara Pura Ulun Danu Beratan.

Diduga, munculnya persoalan itu karena permasalahan pah-pahan atau bagi hasil keuntungan DTW Ulun Danu Beratan di internal pengempon pura yang berada di dalam danau tersebut.

Baca: Setiap Setubuhi Sang Cucu, Made Nadiana Bilang De Orange Ajak Nini Nah

Salah satu pengempon Pura Ulun Danu Beratan, I Putu Suma Artha (56) menyebutkan, persoalan pah-pahan di internal pengempon pura muncul pada Januari 2017, ketika itu kelian pesatakan Ulun Danu Beratan tidak bisa mempertanggungjawabkan uang pah-pahan senilai Rp 37,5 miliar dari tahun 2009 hingga 2016.

“Selain itu, pengempon pura menyelenggarakan pujawali pada Maret 2017. Harusnya kelian pesatakan yang melaksanakan, malah tidak pernah muncul. Sehingga akhirnya pengempon pura memutuskan mengganti kelian dan pengurus  pesatakan dengan gebogan (pewakilan) dari 15 bendesa adat dan tiga kelihan desa,” katanya.

Suma Artha mengatakan, kelian pesatakan yang sebelumnya adalah, Made Kasa sebagai ketua, sekretaris, Made Susila Putra dan I Nyoman Kembang Yasa sebagai bendahara.

Sementara persoalan warga Pande yang disebutkan tidak bisa sembahyang di Pura Ulun Danu Beratan pada Rabu (26/7), Suma Artha menyebutkan, karena pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

Ia tidak mengetahui jika ada persembahyangan bersama.

“Kami tidak mendapatan informasi itu. Saya kebetulan ada di sini. Ada misskomunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Pengelola DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika saat ditemui Tribun Bali mengatakan, tidak akan ada penutupan DTW Ulun Danu Beratan.

Terkait persoalan pah-pahan memang bukan menjadi urusannya.

“Tidak ditutup, persoalan pah-pahan di internal Pura. Bukan tanggung jawab badan pengelola,” katanya.

Mustika juga membantah, perihal surat yang menyatakan jika ada intimidasi oleh pengelola DTW Ulun Danu Beratan.

“Tidak ada hal itu, kami sudah yakinkan travel jika tidak akan ada gangguan di sini,” jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved