Dikira Balon, Ternyata Mayat Terapung di Pantai, Cirinya Mirip WNA Ukraina Yang Hilang di Kuta
Mayat mengapung yang sudah rusak dengan menggunakan baju surfing warna biru hitam dan celana pendek warna hitam.
Laporan Wartawan Tribun Bali / Fauzan Al Jundi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upaya pencarian mayat WNA, Serhi Hevelief (23) asal Ukraina yang dikabarkan hilang terseret arus saat sedang bermain surfing di Pantai Kuta pada Sabtu (22/7/2017) sampai saat ini masih terus dilakukan.
Kasat Polair Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Suparta mengatakan, sampai saat ini masih terus dikakukan pencarian mayat Serhi oleh Kepolisian dan tim SAR dan siang tadi didapati informasi penemuan mayat di Pantai Medewi, Pekutatan, Jembrana.
"Masih dalam pencarian, ada informasi ditemukan jenazah di jembrana, kami masih mau mengecek kesana," kata Kompol I Ketut Suparta kepada Tribun Bali, Rabu (26/7).
Baca: VIDEO: WNA Ukraina Hilang Ditelan Ombak Saat Surfing di Pantai Kuta
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pekutatan Kompol Ketut Sugiarta Yoga membenarkan ditemukannya mayat di Pantai Medewi pukul 09.30 wita oleh seorang nelayan bernama Srahadi (30) saat hendak pulang dari melaut.
Srahadi mengaku, melihat benda mengapung yang diduga balon.
Saat didekati ternyata itu adalah mayat mengapung yang sudah rusak dengan menggunakan baju surfing warna biru hitam dan celana pendek warna hitam.
Mayat tersebut dinaikkan ke atas perahunya yang dibantu oleh temannya dan langsung dibawa ke pinggir Pantai Medewi.
Tiba di pinggir pantai, warga setempat langsung menghubungi Polsek Pekutatan tentang penemuan mayat tersebut.
Saat ditanyakan apakah mayat yang ditemukan itu adalah mayat Serhi, WNA asal Ukraina yang hilang sejak Sabtu lalu di Pantai Kuta, Kapolsek Pekutatan belum bisa memastikan sepenuhnya bahwa mayat itu adalah mayat Serhi.
Namun menurut pribadinya berkeyakinan bahwa mayat itu adalah mayat Serhi.
"Belum pasti, kita masih identifikasikan dengan keluarganya belum di test DNA, karena wajahnya sudah rusak tapi berdasarkan peristiwa menurut saya ada kemungkinan 90%," ujar Kompol I Ketut Sugiarta Yoga.
Saat ditemukan kondisi jasad sudah rusak sehingga membuat pihak polisi sulit mengidentifikasikan mayat tersebut karena diperkirakan sudah terapung berhari-hari dilaut.
"Mayat yang ditemukan ini mayat turis, tingginya juga seperti yang dilaporkan, pahanya sudah habis setengah dimakan ikan dan burung," pungkasnya
Sugiarta juga mengatakan, dalam penemuan mayat tersebut tidak ditemukan barang yang menunjukkan identitas korban.
Saat ini pihak kepolisian melalui tim identifikasi Satreskrim Polres Jembrana dan tim medis dari Puskesmas Pekutatan masih melakukan upaya identifikasi korban, dan dilakukan lebih lanjut di RSUD Negara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ukraina_20170725_124122.jpg)