Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nama Rai Mantra Dibawa ke DPP Golkar Jadi Cawagub Sudikerta, Nasdem Meradang

"Sudikerta sangat tidak etis mengirim nama Rai Mantra ke DPP Golkar untuk dijadikan Cawagub,”

Penulis: Ragil Armando | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali
Rai Mantra dan Sudikerta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR –Munculnya lima nama yang dikirim oleh Cagub Golkar yang juga Ketua DPD Golkar Bali, Ketut Sudikerta ke DPP Golkar di Jakarta sebagai pendamping dirinya di Pilgub Bali 2018 langsung mendapat reaksi dari NasDem.

Pasalnya, seperti diketahui nama Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra masuk dalam kelima nama tersebut.

Seperti diketahui, Rai Mantra sendiri merupakan sosok Cagub NasDem.

Ketua DPW Partai Nasdem Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan bahwa pihaknya mengecam tindakan Golkar tersebut.

Saat ditemui di Kantor DPW NasDem, Denpasar, Selasa (8/8/2017), Gunastawa secara tegas mengatakan jika Sudikerta sangat tidak etis mengirim nama Rai Mantra ke DPP Partai Golkar untuk disurvei.

"Sudikerta sangat tidak etis mengirim nama Rai Mantra ke DPP Golkar untuk dijadikan Cawagub,” terangnya.

Pasalnya, menurut politikus asal Karangasem tersebut, sosok Rai Mantra merupakan Cagub NasDem dan saat ini sedang mengikuti proses perebutan rekomendasi di PDIP.

Apalagi, lanjutnya Golkar tidak pernah melakukan komunikasi politik yang matang dengan Rai Mantra dan NasDem sebagai salah satu partai pengusungnya.

Padahal Rai Mantra itu Cagub.

Beberapa proses sudah dilalui, seperti mendaftar melalui PDIP, ikut fit and proper test.

Selain itu, pengiriman nama itu tidak melalui suatu komunikasi politik yang matang dengan Rai Mantra.

“Asal kirim saja. Ini sangat tidak etis," ujarnya.

Menurut Gunastawa, seharusnya Golkar sudah tahu bahwa posisi Rai Mantra sebagai Cagub dan bukan Cawagub.

Ia menduga, pengiriman nama Rai Mantra itu hanya sekedar melengkapi jumlah nama yang seharusnya dikirim karena Rai Mantra tidak mungkin menjadi Cawagub.

“Harusnya tahu dong, posisinya itu kan Cagub bukan Cawagub. Saya kira ini formalitas mereka saja,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved