Nyoman Gunarsa, Maestro Seni Lukis yang Karyanya Dikagumi Jokowi
Adalah I Nyoman Gunarsa, asal Banjar Banda, Klungkung, Bali yang dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (10/9/2017).
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali kembali kehilangan Budayawan yang juga seorang maestro lukis yang karyanya mendunia.
Adalah I Nyoman Gunarsa, asal Banjar Banda, Klungkung, Bali yang dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (10/9/2017).
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Gunarsa meninggal dunia sekitar jam 11.00 Wita di RSUP Sanglah setelah kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa hari terakhir.
Gunarsa merupakan pelukis yang karyanya sangat dikagumi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Pada Agustus lalu, saat melakukan kunjungan kerja di Bali, Presiden Joko Widodo secara khusus mengagendakan kegiatannya untuk berkunjung ke museum lukisan klasik dan museum kontemporer Nyoman Gunarsa.
Hal itu ia katakan sendiri oleh Presiden saat bertemu langsung dengan pelukis kelahiran 15 April 1944 itu.
"Saya memang senang lukisan-lukisan. Saya harus menyampaikan apa adanya, saya pengagum produk-produk lukisan dari Bapak I Nyoman Gunarsa," kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara sempat menceritakan pertemuannya dengan I Nyoman Gunarsa di Istana pada 3 April lalu.
Saat itu, Nyoman menunjukkan sebuah foto lukisan yang ia beri judul "Jokowi Minum Jamu".
"Yang saya heran, kok Pak Nyoman tahu saya senang minum jamu," ucapnya.
Nyoman juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk dapat berkunjung ke museum yang ia kelola.
Permintaan tersebut pada akhirnya dapat dipenuhi Presiden pada Jumat, 4 Agustus 2017 ini.
"Saya sudah perintahkan kepada Dirjen (Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Pulang nanti saya juga perintahkan lagi kepada menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) agar museum ini dijaga, dirawat, dan diperbaiki bersama-sama antara pemerintah dan keluarga besar Bapak I Nyoman Gunarsa," ujarnya.
Sebab bagi Presiden, karya seni lukis seperti yang ditunjukkan oleh I Nyoman Gunarsa saat berkeliling museum tidaklah ternilai dari segi apa pun.
Maka itu, sebagai seorang pencinta seni, Presiden Joko Widodo berharap agar keindahan karya seni yang ada dapat seterusnya dinikmati oleh banyak orang.
"Ini sebuah kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan apa pun, dinilai dengan uang tidak. Miliar pasti lebih, triliun mungkin juga lebih. Karena memang tidak bisa dinilai dengan nilai uang," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden menandatangani prasasti sebagai tanda meresmikan Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia 'Nyoman Gunarsa Museum'.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nyoman-gunarsa-tunjukkan-lukisan_20170410_115259.jpg)