Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mi Instan dan Popok Bayi Berlebih, Warga Sebaiknya Sumbang Sikat Gigi dan Daleman Wanita

masyarakat tidak perlu lagi menyumbang mie instan dan pempers bayi lagi sebab jumlahnya sudah berlebih.

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: imam rosidin
Tribun Bali/i wayan erwin widyaswara
Bantuan berupa mi instan yang sudah menumpuk di GOR Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyaknya sumbangan yang terus mengalir membuat sekeliling Gor Swecapura, Klungkung, dipenuhi kardus khususnya Mie Instan, Senin (25/9/2017).

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, masyarakat tidak perlu lagi menyumbang mie instan dan pempers bayi lagi sebab jumlahnya sudah berlebih.

"Malah yang belum ada itu yang kecil-kecil seperti sikat gigi, dan pakaian dalem wanita, celana dalam, itu belum ada," kata Suwirta kepada awak media saat meninjau Gor Swecapura.

Secara umum, kondisi pengungsian di Gor Swecapura dan seluruh titik pengungsian di Klungkung relatif aman dan terkendali.

Dari data yang dihimpun, jumlah total pengungsi di Kabupaten Klungkung per 25 September 2017, sebanyak 16.493/3.772 kk.

Jumlah itu terdiri dari Laki-laki sebanyak 8.239, dan perempuan sebanyak 8.254.

Saat ini jumlah siswa yang mengungsi sebanyak 1.414, SMP 733, SMA 593. Sedangkan, yang tergolong lansia sebanyak 1.095, dan Balita sebanyak 1.031.

Untuk di Gor Swecapura, saat ini tercatat sebanyak 1.094 kk/3.803 jiwa yang mengungsi.

Suwirta mengaku sampai saat ini tidak ada kendala yang terlalu berat soal kedatangan pengungsi di Klungkung.

Hanya saja, untuk kedepannya, pihaknya khawatir apabila Gunung Agung benar-benar meletus, masyarakat Klungkung tidak dapat tempat.

"Mengantisipasi kemungkinan terburuk, maka warga Klungkung pun mengungsi. Jangan sampai nanti warga Klungkung tdk dapat tempat. Kami sudah kumpulkan Bendesa, perbekel untuk mengosongkan tempat-tempat jika terjadi kemungkinan terburuk," katanya.

Untuk pengungsi yang masih berusia sekolah dari SD, SMP, dan SMA, lanjut Suwirta, sudah hampir semua disediakan tempat sekolah di Klungkung.

Namun, dari pantauannya, ada satu dua siswa yang memang tidak mau bersekolah. Soal pakaian, saat ini masih ada siswa yang menggunakan pakaian seadanya.

Suwirta mengaku nanti akan didistribusikan ke masing-masing siswa.

"Mereka uda ganteng dan cantik semua. Ada yang satu dua masih sekolah pakai pakaian seadanya. Saya kira urusan pakaian itu dalam waktu singkat sudah bisa kita lakukan. Pendistribusian lebih lanjut, itu yang perlu dipikirkan, dan diatur lebih lanjut. Sehingga barang ada logistik ada, tapi yang dapat dapat, yg tidak tidak," tuturnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved