Gunung Agung Terkini
Gunung Agung Telah Alami Retakan, Secara Keilmuan Dapat Membentuk Lubang Lain
Kondisi terkini Gunung Agung telah mengalami retakan dan rekahan-rekahan
Penulis: Aloisius H Manggol | Editor: Aloisius H Manggol
Ditambahkan Devi, selain rekahan kawah, citra satelit juga menunjukan citra panas yang makin meningkat.
Berdasarkan pantauan sejak Juli 2017 peningkatan citra makin signifikan di bulan September 2017.
Peningkatan citra panas juga seiring makin tingginnya intensitas gempa, baik vulkanik maupun tektonik.
Berdasarkan pantauan terakhir ukuran citra panas berkisar pada luasan 100 - 120 m².
"Tidak bisa pastikan tapi kisaran 100 -120 meter di sisi timur laut," kata Devi.
Meskipun terlihat citra panas namun adanya pergerakan magma sampai ke permukaan belum terlihat.
Namun demikian, adanya kedua indikasi ini tentu menunjukan pergerakan magma menuju permukaan.
Tapi apakah nanti sampai terjadi letusan atau tidak, Kemil belum berani memutuskan.
Hanya saja, dari beberapa pantauan yang dilakukan menggunakan alat, semua mengarah ke letusan.
"Semuanya yang kita rekam mengindikasikan yang sama," jelas Devi.
Meskipun sudah ada indikasi magma bergerak ke permukaan, namun belum bisa dipastikan apakah magma akan sampai di permukaan.
Sebab, menurut Devi, ada beberapa contoh di dunia bahwa setelah terjadi gempa-gempa yang cukup sering, magma malah habis dan letusan pun tidak terjadi.
"Tentunya juga yang kita ingin. Tapi kan keinginan kita harus dibarengi dengan kesiapan dengan skenario terburuk. Kita boleh berharap yang terbaik tapi harus siap dengan yang terburuk," tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gunung-agung_20170927_215146.jpg)