Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Prediksi BNPB Bila Gunung Agung Meletus, Kerugian Ditaksir Sampai Rp 5 Triliun

Perkiraan kerugian meliputi kerusakan rumah warga sekitar kawasan zona rawan (KRB), kerusakan bangunan sekolah, fasilitas kesehatan

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sejumlah anak-anak pengungsi dari kawasan rawan bencana Gunung Agung melakukan kegiatan menggambar di Posko Pengungsian TK/SD Internasional, Desa Kubu, Kabupaten Bangli, Selasa (10/10/2017). Kerugian ekonomi yang ditimbulkan di kawasan rawan bencana bila Gunung Agung meletus diperkirakan mencapai Rp 5 triliun. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menghitung kerugian yang akan ditimbulkan seandainya Gunung Agung benar-benar meletus.

Kerugian pun ditaksir mencapai Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun.

Baca: 10 Fakta Menarik Drone Militer yang Hari Ini akan Pantau Kawah Gunung Agung, Nomor 8 Bikin Lega

Baca: VIDEO: Penampakan Gunung Agung Pagi Ini dari Pos Pantau Rendang, Terdengar Kicau Burung

Perkiraan kerugian meliputi kerusakan rumah warga sekitar kawasan zona rawan (KRB), kerusakan bangunan sekolah, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu.

Tempat ibadah seperti pura dan masjid, serta jalan baik milik Nasional, Provinsi Bali, maupun Kabupaten Karangasem.

"Seandainya Gunung Agung erupsi diperkirakan kerugiannya melebihi erupsi Gunung Sinabung (di Sumatera Utara). Kerusakan dan kerugian di Sinabung sekitar Rp 1,7 triliun. Kalau Gunung Agung kerusakan dan kerugian diperkirakan 4-5 triliun," kata Direktur Pemulihan Peningkatan Sosial Ekonomi BNPB, Agus Wibowo, saat di temui di Posko Induk Tanah Ampo, Manggis, Karangasem, Bali, Selasa (10/10/2017).

Bangunan yang rusak parah, sedang, serta ringan akan dimasukkan dalam kerugian dan kerusakan.

Untuk rumah warga yang rusak jika erupsi kemungkinan diberi dana stimulan oleh pemerintah pusat.

Untuk nominalnya belum ditentukan.

"Biasanya kesepakatan antara pemerintah daerah dengan pusat," tandas Agus.

Menurut pria asal Yogyakarta ini, kerusakan bangunan diperkirakan capai ribuan unit.

Tersebar di kawasan rawan bencana (KRB) pada radius 12 kilometer dari Gunung Kawah.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rumah yang berada di zona rawan jumlahnya 52.229 unit.

Pelayanan kesehatan 287 unit, meliputi puskesmas, posyandu, serta poliklinik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved