Gunung Agung Terkini
Drone Pemantau Kawah Gunung Agung Hancur Tabrak Jembatan, Sebelumnya Sudah Di-lukat
Upaya penerbangan drone tersebut merupakan upaya kedua, setelah sehari sebelumnya, Rabu (11/10/2017), gagal karena drone mengalami kerusakan
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tim dari Carita Boat Indonesia, BNPB, didampingi PVMBG kembali berupaya menerbangkan pesawat tanpa awak atau drone jenis Koax 3.0 di Kawasan Galian C, Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Kamis (12/10/2017).
Namun, upaya di hari kedua ini ternyata juga belum berjalan mulus.
Baca: 12 Fakta Perkembangan Aktivitas Gunung Agung, Apakah Ini Jadi Pertanda?
Drone buatan Tangerang tersebut tidak dapat take off dengan sempurna dan bahkan menabrak jembatan yang berada tidak jauh dari landasan.
Akibatnya drone tersebut mengalami kerusakan parah.
Bahkan sampai terlihat hancur di bagian depan.
Tim pilot drone dari Carita Indonesia tiba di lokasi Kawasan Galian C, Tulamben, sekitar pukul 13.00 Wita dengan membawa drone jenis Koax.
Upaya penerbangan drone tersebut merupakan upaya kedua, setelah sehari sebelumnya, Rabu (11/10/2017), gagal karena drone mengalami kerusakan pada kamera saat terbang di ketinggian 1.800 meter.
Tim tersebut juga menempuh jalur niskala agar misi mereka hari itu berjalan lancar.
Masyarakat setempat percaya jika Gunung Agung merupakan gunung yang amat sakral dan disucikan.
Apapun yang melintas di sekitarnya harus bersih dan suci.
Karena itu, sebelum take off, drone tersebut terlebih dahulu dibuatkan upacara pengelukatan oleh seorang sulinggih di desa setempat.
“Tujuan doa dan dipercikannya tirta ini untuk membersihkan alat yang akan terbang menuju Gunung Agung. Kita percaya, Gunung Agung sangat disakralkan. Apapun yang menuju ke Gunung Agung harus bersih dan suci. Saya lakukan upaya ini agar semuanya lancar, dan upaya hari ini dari para tim dapat berjalan mulus. Dapat mengambil gambar di kawah dengan baik,” ujar sulinggih yang memimpin upacara penyucian drone tersebut, Ida Rsi Satya Artha Dharma Sadu Para Dwija Para, dari Griya Shanti, Desa Kubu, kemarin.
Setelah diupacarai, tim pun bersiap untuk menerbangkan drone yang memiliki kapasitas jelajah hingga ketinggian 4.000 meter tersebut.
Percobaan pertama dilakukan, drone tampak melaju lambat di lintasan yang berbatu dan bergelombang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/drone-dilukat_20171013_101004.jpg)