TRAGIS, Ibu dan Anak Asal Singaraja Tewas Mengenaskan di Seltim, Diduga Korban Tabrak Lari
Ibu dan anak asal Singaraja menjadi korban tabrak lari di jalur tengkorak atau baypass Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ibu dan anak asal Singaraja menjadi korban tabrak lari di jalur tengkorak atau baypass Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) pada Senin (23/10) sekitar pukul 15.30 Wita.
Kedua korban yang belum diketahui indentitasnya itu, saat ini sudah berada di kamar jenazah BRSUD Tabanan.
Dokter jaga di BRSUD Tabanan, dr I Gede Harry Kurnia Prawedana menyebutkan kedua korban meninggal diperkirakan tergilas kendaraan.
"Bukan kendaraan roda dua, diperkirakan kendaraan roda empat atau lebih. Hal itu karena melihat kondisi kepala korban paling kecil pecah, sementara ibunya mengalami patah leher, " ujarnya.
Ia memperkirakan hal itu yang membuat kedua korban seketika meninggal di lokasi. Selain itu, ibu korban juga mengalami patah tulang leher dan robek di lengan kanan.
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Gede Surya Kusuma saat dikonfirmasi menyebutkan, kecelakaan tersebut bukan tabrak lari. Informasi terbaru pelaku sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Terjadi tabrak lari, anggota masih mengumpulkan informasi," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kecelakaan-di-tabanan_20171023_184632.jpg)