Gunung Agung Terkini
Ini Dampak Panjang Status Awas Gunung Agung Sebulan Lebih, Pastika: Bukan Saya Ngeyel
Disebutkan, status Awas selama satu bulan lebih (sejak 22 September 2017) telah menimbulkan dampak yang panjang.
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Berarti yang mengungsi hanya setengah dari jumlah total sekarang yang mengungsi (138 ribu jiwa tersebar di 412 titik).
Dengan demikian, kata Pastika, kegiatan perekonomian bisa hidup kembali, minimal dari setengah warga yang kembali melakukan aktivitas di tempat asalnya.
“Jadi mestinya dengan sistem early detection dan early warning dengan kemajuan teknologi komunikasi bisa diturunkan statusnya. Karena kalau terus menerus begini ya saya katakan tadi dampaknya panjang sekali. Inilah menjadi dasar Menko Maritim (Luhut Pandjaitan) untuk meminta kajian yang lebih realistis. Jangan diset (diatur) maksimum semua indikatornya, kalau diset maksimum semua, kan hasilnya maksimum,” kata Pastika.
Jangan Samakan 1963
Mantan Kapolda Bali ini kembali memaparkan, adanya alat deteksi dini dengan peralatan yang canggih, semestinya kemungkinan erupsi bisa dideteksi lebih awal dan cepat diinformasikan, serta masyarakat cepat diungsikan bila Gunung Agung benar-benar meletus.
Ia menyatakan keadaan saat ini tidak sama dengan tahun 1963 saat Gunung Agung meletus dengan dahsyat dan menimbulkan ribuan korban jiwa.
Menurutnya, tahun 1963 banyak korban karena alat komunikasi tidak ada, alat deteksi tidak lengkap, transportasi tidak ada, dan jalanan masih rusak.
Kondisi masyarakat juga berbeda dengan sekarang, karena kalau dahulu mungkin karena kepercayaan masyarakat malah tak mau mengungsi.
Kalau sekarang dikatakan kondisi sosial, budaya, intelegensi masyarakat berbeda dan jauh lebih peka dan lebih paham akan antisipasi Gunung Agung.
“Tentu kita tidak ingin mencelakakan rakyat kita. Tetapi dengan early detection, saya setuju pengungsi dipulangkan tapi bukan berarti semuanya pulang. Bila statusnya turun menjadi Siaga maka radiusnya 6 km. Berarti 6 km daerah penyangga bisa pulang dan kegiatan masyarakat bisa kembali berlangsung,” ungkap Pastika, yang mengusulkan Belanja Tidak Terduga pada APBD tahun 2018 dinaikkan menjadi 30 miliar rupiah untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung.
Luhut Minta Kajian
Terpisah, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bingung dengan aktivitas Gunung Agung sekarang ini.
Pasalnya dari data ahli saat status gunung Awas, dua minggu kemudian terjadi erupsi.
Namun faktanya Gunung Agung belum meletus.
Karena itu, pemerintah akan kembali mengevaluasi berbagai rencana antisipasi Gunung Agung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-made-mangku-pastika_20171025_095048.jpg)