Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Rumah Ada di Radius 3 Km dari Gunung Agung, Nyoman Wita Megalung di Pengungsian

Perempuan berusia 30 yang sudah sebulan berada di pengungsian ini belum diizinkan pulang lantaran rumahnya berjarak 3 km

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Warga pengungsi asal Karangasem yang masuk KRB III sedang memotong daging babi untuk sarana upacara jelang hari Raya Galungan di Pos Pengungsian Gurita, Denpasar, Senin (30/10/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak seperti biasanya, Nyoman Wita, warga Dusun Cegi, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali kini harus merayakan Galungan di pengungsian Jalan Danau Tempe I, Denpasar Selatan.

Perempuan berusia 30 yang sudah sebulan berada di pengungsian ini belum diizinkan pulang lantaran rumahnya berjarak 3 km dari puncak Gunung Agung.

Baca: Pengungsi di Zona Rawan Pun Ikut Pulang Kampung Merayakan Galungan, Rasa Takut Tetap Ada

Baca: Diperkirakan Meletus 23 September Lalu Ternyata Meleset, Mangku Pastika Beberkan Kekuatan Doa

"Rumah saya 3 km dari Gunung Agung, jadi tidak dikasih pulang. Nanti kami akan sembahyang di Pura dekat-dekat sini saja," kata Wita saat ditemui Tribun Bali di Pengungsian, kemarin.

Meski sebagian besar pengungsi di Denpasar sudah ada yang pulang pasca diturunkannya status Gunung Agung, namun Wita dan pengungsi lainnya dari zona KRB III masih tenang di pengungsian.

Kemarin, mereka tampak menyiapkan alat-alat dan bahan untuk ngelawar bersama.

Terpisah, di Posko Pengungsian Jalan Gurita, Denpasar Selatan, sejumlah pengungsi juga masih berada di pengungsian.

Mereka khususnya yang laki-laki tampak duduk membentuk lingkaran sambil mengerjakan bahan-bahan untuk ngelawar.

Ada juga yang tampak memotong daging-daging babi.

Sedangkan, pengungsi yang perempuan menyiapkan masakan nasi, dan bumbu-bumbu lawar.

Ada juga yang menyiapkan sarana upacara untuk hari raya Galungan.

Sebab, pada hari raya galungan, para pengungsi dari KRB III bakal pulang ke kampung halamannya selama satu hari, kemudian balik legi ke pengungsian.

Koordinator Posko Gurita Denpasar, Wayan Tedi Brahmanca mengatakan, sebetulnya para pengungsi di Posko Gurita sudah sejak dua minggu sering melaksanakan aktivitas mebat atau memasak bersama dan makan bersama-sama.

Berhubung hari penampahan Galungan, warga pengungsi di Jalan Gurita kemudian diberikan sumbangan satu ekor babi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved