Proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, 15 Pemilik Lahan Sudah Setuju
Ditargetkan, pembebasan lahan ini akan selesai pada akhir bulan November dan paling lambat awal bulan Desember.
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - 15 orang pemilik lahan untuk pembebasan lahan proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali sudah menyetujui.
Selanjutnya, pihak Pemkab Badung akan melanjutkan proses tersebut dengan melakukan pematangan data nominatif menyangkut bangunan di atas lahan tersebut.
“Iya, astungkara sudah semua pemilik lahan menyetujui,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Sang Nyoman Oka Permana, Rabu (8/11/2017).
Oka melanjutkan, setelah disetujui kemudian pihaknya akan melakukan proses melakukan pematangan data nominatif menyangkut bangunan di atasnya.
Setelah proses semua selesai, kata Birokrat asal Sembung, Mengwi ini, selanjutnya hanya tinggal pembayaran atas pembebasan lahan kepada pemilik lahan.
Ditargetkan, pembebasan lahan ini akan selesai pada akhir bulan November dan paling lambat awal bulan Desember.
“Setelah semua selesai langsung lakukan pembayaran, targetnya selesai akhir bulan November,” tandasnya.
Seperti diketahui, Total luas lahan yang akan dibebaskan pada Proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung adalah 1.018 m2 dengan 16 bidang tanah dan 15 orang kepemilikan, dengan nilai apraisal tanah Rp 20 juta per m2.
Pemerintah Kabupaten Badung memiliki tugas untuk proses pembebasan lahan pada proyek ini.
Anggaran yang telah disiapkan adalah Rp 85 miliar.
Anggaran yang dipasang pada APBD Badung 2017 ini dipastikan berjalan lancar dan juga untuk mendukung pelaksanaan IMF pada pertengahan tahun 2018.
Selain itu, pembangunan underpasss tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut.
Terpisah, Bendesa Desa Adat Tuban, Wayan Mendra mengharapkan Taman Ngurah Rai yang asri seharusnya bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi maupun olah raga ringan setelah pembangunan underpass.
Menurutnya, keberadaan patung I Gusti Ngurah Rai memiliki kenangan tersendiri bagi masyarakat Tuban.
Sebelum Tol Bali Mandara dibangun, kata Mendra, orang-orang sering duduk-duduk di pelataran patung sembari menonton pesawat yang landing maupun take off.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/underpass-ngurah-rai_20170523_094831.jpg)