Gunung Agung Terkini
Pengungsi Gunung Agung Mulai Berdatangan ke GOR Swecapura, BPBD dan Warga Langsung Lakukan Ini
Eksodus pengungsi asal karangasem yang mulai berdatangan ke posko GOR Swecapura langsung ditindak lanjuti dengan pembangunan
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Fredey Mercury
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Eksodus pengungsi asal karangasem yang mulai berdatangan ke posko GOR Swecapura langsung ditindak lanjuti dengan pembangunan sejumlah tenda pengungsian.
Secara bersama-sama, BPBD Klungkung bersama sejumlah warga pengungsi ikut bahu-membahu dalam pembangunan tenda tersebut.
Seperti diungkapkan oleh Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada, Minggu (26/11), setidaknya terdapat lima tenda yang dibangun saat ini.
Di mana dalam satu tenda, mampu dihuni sebanyak 25 jiwa.
Sedangkan jika melihat dari jumlah kuota maksimal bangunan GOR Swecapura, kata pria asal Penebel, Tabanan ini, mampu menampung sebanyak 3500 jiwa, sementara yang terisi saat ini baru 1200 jiwa.
"Pembangunan tenda, tidak lain adalah untuk antisipasi dari lonjakan pengungsi. Dimana hingga kini, jumlahnya masih terus mengalami peningkatan. Nanti langsung kami pasang lampu juga," tutur dia.
Di sisi lain, menyinggung jumlah logistik yang masih tersedia saat ini, ujar dia, hingga saat ini jumlah logistik utamanya beras, masih tersedia sejumlah 33,175 ton.
Yang berarti dengan jumlah tersebut, mampu memenuhi kebutuhan pengungsi selama sebulan.
Termasuk masker yang disiapkan yakni 122.000 dan sudah disebarkan pada pagi tadi sejumlah 10 ribu.
"Termasuk juga kebutuhan selimut, alas tidur, serta bantal, juga masih tersedia, dan nanti akan langsung kami persiapkan," ucapnya.
Ditempat yang sama, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menuturkan, dalam menyikapi eksodus pengungsi yang mulai berdatangan ke posko Klungkung, hal utama yang dilakukan pihaknya yakni mengoptimalkan fungsi dari GOR Swecapura.
Termasuk dengan pembangunan tenda saat ini, yang juga bertujuan untuk melindungi para pengungsi yang baru berdatangan, agar tidak berdiam di luar ruangan, mengingat hujan abu yang kini masih terus turun.
"Terkadang ada juga semeton yang tidak betah berlama-lama pakai masker. Namun tetap kami imbau mengingat dampak yang ditimbulkan," ucapnya.
Menyinggung terkait pendidikan siswa asal Karangasem, ucap Suwirta, proses pendidikan akan tetap berjalan.
Dan mengenai pelaksanaan ujian akhir semester, lanjut dia, tentu melihat dari kondisi force major, sehingga kedepan bisa dilakukan ujian susulan bagi siswa yang mengungsi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tenda-pengungsi_20171126_152924.jpg)