Gunung Agung Terkini

7 Aktivitas Vulkanik Terkini Gunung Agung, PVMBG Ungkap Fenomena Guratan Berwarna Coklat Ini

Terkait aktivitas terkini Gunung Agung, berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun dari PVMBG sepanjang hari ini.

Penulis: Putu Candra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Warga membajak lahan pertanian dengan mengunakan sapi dengan latar belakang Gunung Agung di Desa Culik, Karangasem, Jumat (1/12). Semburan abu vulkanik yang muncul dari kawah Gunung Agung kini mulai berkurang hanya terlihat asap solfatara membumbung di langit. 

 4. PVMBG akan terbangkan drone

Dengan masih tingginya aktivitas Gunung Agung, pihak PVMBG berencana akan menerbangkan pesawat tidak berawak (drone). Namun dikatakan Devy, masih akan memperbaiki kondisi drone pasca berhasil diterbangkan beberapa waktu lalu.

"Kami masih memperbaiki kondisi drone yang sukses mengambil gas. Ini masih kami rencanakan, mudah-mudahan minggu depan," ujarnya.

Abu vulkanik masih terlihat di atap rumah warga dengan latarbelakang Gunung Agung di Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Indonesia, Jumat (1/12/2017).
Abu vulkanik masih terlihat di atap rumah warga dengan latarbelakang Gunung Agung di Desa Sibetan, Karangasem, Bali, Indonesia, Jumat (1/12/2017). (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Lebih lanjut diterbangkannya drone kata Devy, untuk mengambil visual Gunung Agung secara keseluruhan.

"Kami berusaha mengambil semuanya. Mengambil visual, gas. Tapi kalaupun hanya mengambil visual itu sangat bermanfaat untuk memonitoring kondisi lava di permukaan," ucapnya.

 5. Fenomena guratan berwarna coklat di lereng gunung adalah material abu

Ditanya, informasi teramatinya garis berwarna coklat di lereng gunung. Devy menerangkan, guratan-guratan berwarna abu yang terlihat dari puncak sampai ke bawah adalah material abu yang terbawa oleh hujan.

"Kita lihat ada semacam guratan-guratan berwarna abu dari puncak sampai ke bawah, itulah material abu yang terbawa oleh hujan. Kalau sebelumnya kan tidak ada. Sementara pemantauan dari tim kami di lapangan, abu melanda wilayah puncak. Jatuhan abu ini sudah melanda wilayah puncak," terangnya.

 6. Dampak abu vulkanik

Kembali ditanya, apakah jatuhan abu vulkanik itu berdampak pada tanaman. Pihaknya menegaskan, material abu yang jatuh memang berdampak merusak tanaman, bahkan bisa menghanguskan, jika dalam jarak yang relatif lebih dekat ke kawah.

"Jadi dampak langsung dari abu ini, berupa rusaknya lahan, kalau misalnya terkumpul dalam satu aliran sungai, terbawa oleh hujan dan menjadi lahar hujan. Kalau misalnya jauh bisa menganggu manusia. Sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri dengan masker dan alat penutup mata. Karena partikel abu vulkanik bersifat korosif dan juga iritasi untuk mata, kulit dan juga sistem pernafasan," himbaunya.

Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu.
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu. (Tribun Bali / Rizal Fanany)

Selain tanaman, apakah berdampak pada tanah, dan seperti apa dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Kembali dijelaskan Devy, jika melihat jangka pendek, banyak bencana. Artinya tanaman rusak, lahan tidak bisa lagi digunakan.

Tapi kalau melihat jangka panjang, ini adalah satu investasi kedepannya akan menjadi tanah yang subur dan masyarakat akan mendapat manfaatnya.

"Artinya kalau proses erupsi ini sudah selesai, tidak ada lagi hujan abu. Abu akan terbawa oleh hujan, terserap tanah. Abu ini adalah mineral yang datang dari perut bumi. Mineral yang datang dari perut bumi ini mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk menentukan vertilitas dari tanah. Kedepannya ini akan menjadi tanah yang subur," jelas Devy.

Warga menyaksikan aliran lahar dingin Di desa Ban Kec Kubu Karangasem
Warga menyaksikan aliran lahar dingin Di desa Ban Kec Kubu Karangasem (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

 7. Pasca erupsi terkait recovery tanah pertanian

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved