Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Letusan Gunung Agung Menurun Perlahan, PVMBG Evaluasi Data Seminggu Kedepan untuk Tentukan Ini

Jumlah ini jauh berkurang dari pada periode, Sabtu (9/12/2017), yang mengalami sembilan kali erupsi.

Tayang:
Facebook Pusdalops BPBD Prov Bali
Gunung Agung, Minggu (10/12/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Aktivitas vulkanik Gunung Agung, Minggu (10/12/2017), sedikit mereda.

Dalam periode pengamatan PVMBG dari pukul 00.00 Wita sampai 12.00 Wita, Gunung Agung hanya sekali mengalami letusan dengan mengeluarkan asap pekat berwarna kelabu, yang membumbung hingga 1.500 meter di atas puncak.

Baca: Terjadi 3 Kali Letusan dan 26 Kali Hembusan di Gunung Agung Selama 12 Jam Terakhir

Baca: Beredar Foto Kubah Lava Gunung Agung, Ini Kata PVMBG

Jumlah ini jauh berkurang dari pada periode, Sabtu (9/12/2017), yang mengalami sembilan kali erupsi.

"Letusan terjadi pukul 00.06 Wita. Dari material yang dikeluarkan, Gunung Agung dapat dikatakan mengalami penurunan aktivitas secara berlahan," ujar Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika, di Pos Pantau Gunung Api Agung di Rendang, Karangasem, Minggu (10/12/2017).

Meskipun dalam beberapa kali mengalami letusan, sejak (30/11) hingga (7/12/2017), erupsi Gunung Agung cenderung didominasi keluaran hembusan asap uap air.

Ini ditandai dengan hembusn asap putih dengan tekanan rendah.

Meskipun terkadang masih mengeluarksn abu vulkanik, namun jumlahnya sedikit dan sangat tipis.

"Jumlah abu yang dilontarkan dalam tiga hari ini, jauh lebih sedikit dibandingkan tanggal 25 sampai 29 November lalu. Mudah-mudahan ini indikasi aktivitas vulkanik Gunung Agung kian menurun. Saat ini data kita juga sementara menunjukkan aktivitas Gunung Agung memang cenderung menurun," jelas Suantika.

Dari segi kegempaan, gempa yang terekam saat ini lebih didominasi oleh gempa dikedangkalan.

Gempa vulkanik dangkal yang terekam sebanyak empat kali.

Gempa ini berkaitan dengan kepulan abu yang terjadi pada dini hari.

Selain itu, gempa low frekuensi juga masih terekam sebanyak tujuh kali dengan durasi 40 sampai 100 detik sejak pukul 00.01 Wita hingga pukul 12.00 Wita.

Suantika menjelaskan, mendeteksi adanya pergerakan magma yang masif biasanya akan terekam gempa tektonik lokal, namun saat ini masih sangat minim atau hanya terjadi satu hingga dua kali dalam rentang waktu dua hari terkakhir.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved