Gunung Agung
Galau Karena Akitivitas Vulkanik Gunung Agung, Panitia IMF Datangi Pos Pantau, Ini Respon PVMBG
Kedatangan rombongan panitia IMF 2018 dari Kementerian Keuangan itu ke Pos Rendang dengan harapan mendapatkan kejelasan terkait kondisi Gunung Agung
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - “Kami terus terang ingin tanya Pak, menurut bapak yang setiap hari mengamati disini bagaimana kira-kira gunung agung ini bulan Oktober (2018) nanti? aman atau tidak?” ujar Kepala Unit Khusus Persiapan International Monetary Fund (IMF) World Bank, Peter Jacobs saat berkunjung ke Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Rabu (13/12/2017) kemarin.
Pertanyaan itu sontak membuat Kepala Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika terdiam sejenak.
Sambil sedikit tersenyum, Suantika mengaku tidak bisa memastikan karena keterbatasan data yang dimiliki PVMBG terhadap letusan Gunung Agung pada periode ratusan tahun silam.
“Tugas kami hanya memonitor, dan memberikan rekomendasi,” jawab Suantika.
Baca juga : Terkini, Gunung Agung Terpantau Keluarkan Asap Putih dan Rekam Terjadinya Tremor
Baca juga : Viral, Video Pria Unggah Kawah Gunung Agung yang Masih Berstatus Awas, Ini Imbauan PVMBG
Kedatangan rombongan panitia IMF 2018 dari Kementerian Keuangan itu ke Pos Rendang dengan harapan mendapatkan kejelasan terkait kondisi Gunung Agung terkini.
Selain itu, mereka ingin mengetahui bagaimana prakiraan kedepan kondisi Gunung Agung. Sebab, gelaran IMF 2018 telah mereka siapkan sejak tiga tahun silam.
“Bisa kebayang, Pak. Banyak hal sudah kami siapkan. Sudah sejak tiga tahun lalu. Infrastruktur, Bandara sudah kami reklamasi, kami perjuangkan underpass Tugu Ngurah Rai, patung GWK kami target jadi, trus pelabuhan Benoa, dan lainnya, makanya kami tetap optimistis biar bisa diselenggarakan di Bali,” tutur Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Susiwijono Moegiarso kepada Suantika.
Baca juga : Aktivitas Gunung Agung Terpantau Tinggi, PVMBG Catat Adanya 12 Kali Hembusan
Susiwijono berharap pihak PVMBG agar lebih hati-hati memberikan informasi baik berupa keterangan pers, dan press rilis kepada awak media karena mereka menilai informasi yang selama ini diberitakan kerap disalah artikan.
“Harusnya yang zona merah itu kan hanya di radius 8 km saja ditambah perluasan sektoral, bukan seluruh Bali. Nah yang terjadi sebelunya kan dikira Bali ini level awas, sehingga terjadi pembatalan kunjungan ke Bali,” kata Susiwijono.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau secara intensif aktivitas terkini Gunung Agung.
Selama periode 6 jam terakhir, Sabtu (13/12), dari pukul 12.00-18.00 Wita, Mahagiri Tohlangkir sebutan lain dari Gunung Agung teramati secara visual terus mengeluarkan asap dari kawah bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai 1.500 meter dari atas puncak kawah.
Asap dilaporkan oleh PVMBG bergerak condong ke arah barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gunung-agung_20171213_181907.jpg)