Tip Sehat untuk Anda

Kenali Gejala Awal Penyakit Difteri, Ini yang Berbahaya Jika Menutup Tenggorokan!

Perawatan pun harus dilakukan di tempat yang terisolasi sehingga apabila gejala klinis bertambah berat, dapat segera dilakukan penanganan.

Kenali Gejala Awal Penyakit Difteri, Ini yang Berbahaya Jika Menutup Tenggorokan!
Tribun Bali/Dwi S
Difteri mulai mewabah di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, tanda-tanda awal gejala difteri dapat dikenali.

Seperti panas demam, sulit menelan makanan dan minuman, serta flu dan pilek biasa.        

Baca: 3 Warga Bali Suspect Difteri Dirawat di RSUP Sanglah, Satu Wanita Hamil

"Tanda-tanda yang paling khas adalah adanya membran berwarna abu-abu tenggorokan tepatnya di faring pasien. Ini yang berbahaya karena ketika membran itu menutup tenggorokan, tentu akan menutup jalan napas. Pada kasus yang paling fatal dapat menyebabkan kematian," jelasnya.

Pasien dengan gejala adanya membran di faring, harus segera mendapat perawatan intensif.

Perawatan pun harus dilakukan di tempat yang terisolasi sehingga apabila gejala klinis bertambah berat, dapat segera dilakukan penanganan.

"Biasanya akan langsung diambil tindakan dengan melubangi daerah laring sehingga pasien dapat bernapas. Jadi, kebanyakan penyebab kematian ya karena itu, membrannya menutupi jalan napas," terangnya.

Dikatakan dr. Surjaya, ada beberapa penyakit yang memiliki gejala hampir sama dengan difteri.

"Ada namanya faringitas yang paling berat. Ada juga tonsilitis membranous yang membentuk membran juga. Jadi agak mirip dengan tanda-tanda difteri. Hanya dokter yang bisa membedakan. Jika dalam perjalanannya tanda-tanda tersebut membaik, itu berarti bukan difteri," ungkapnya.

Difteri termasuk penyakit akut yang menyerang saluran pernapasan.

Halaman
12
Penulis: Irma Budiarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved