Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pengalaman Pertama Kali Naik Kapal Cepat Kedonganan-Banyuwangi, Ini Sensasinya

Terlebih lagi, akses menuju Kedonganan dekat dengan tempat ia dan keluarganya menginap selama liburan di Bali.

Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Kapal cepat Srikandi yang menghubungkan Banyuwangi-Bali 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Herlina menjadi salah satu penumpang kapal cepat Marina Srikandi yang berangkat pertama kali untuk umum dari Pelabuhan Watununggul Kedonganan, Kuta, Badung, Bali menuju Dermaga Pantai Boom, Banyuwangi pada Sabtu siang (30/12/2017).

Dia bersama suami dan anak-anaknya hendak pulang ke Surabaya, namun harus ke Banyuwangi dulu untuk mengambil mobil.

Herlina mengaku mendapat informasi pembukaan jalur dari Kedonganan menuju Pantai Boom dari media sosial.

"Pesan tiketnya dari website, lalu biayanya kami transfer," ujar Herlina kepada Tribun Bali sembari menjinjing barang bawaan dan berjalan menuju dermaga unuk naik kapal.

Herlina yang sudah seminggu liburan di Bali menyambut baik adanya pembukaan jalur dari Kedonganan menuju Pantai Boom, Banyuwangi.

Terlebih lagi, akses menuju Kedonganan dekat dengan tempat ia dan keluarganya menginap selama liburan di Bali.

Andaikata jalur baru ini tidak dibuka, kata dia, maka mereka sekeluarga harus memilih perjalanan berjam-jam menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, untuk kemudian menyeberang ke Ketapang, Banyuwangi.

"Nyeberang dari sini katanya bisa lebih cepat, cuma dua jam," imbuh Herlina.

Biaya penyeberangan dari Pantai Boom, Banyuwangi menuju Kedonganan sebesar Rp 275 ribu.

Sebaliknya, dari Kedonganan menuju Pantai Boom, Banyuwangi tarifnya Rp 375 ribu termasuk fasilitas shuttle ke Jember, Surabaya, atau Malang.

General Manager Marina Srikandi, Wayan Yudiana mengatakan, kemarin  merupakan penyeberangan pertama setelah sebelumnya dilakukan percobaan penyeberangan Marina Srikandi pada Kamis lalu (28/12/2017).

Yudiana mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah, bendesa, kelompok nelayan, dan kepala transportasi di Kedonganan terkait aktivitas penyeberangan di pelabuhan ikan tersebut.

Bahkan, saat percobaan penyeberangan, mereka juga diajak ikut menyeberang.

"Setting awal, sebenarnya dari Kedonganan pukul 09.00 Wita memulai perjalanan menyeberang menuju Banyuwangi. Siang dari Pantai Boom, Banyuwangi kembali (return)  ke Kedonganan. Tapi karena faktor cuaca, kapal menginap di Boom dan return pukul 13.00 Wita ke Kedonganan," ujar Yudiana.

Yudiana menjelaskan, jalur Kedonganan-Pantai Boom relatif lebih nyaman dan aman untuk aktivitas penyeberangan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved