Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Heboh! Jero Balian ini Ngaku Mampu Connect dengan Sang Pencipta, Ini Pengakuan Lengkapnya

Di hadapan polisi, Jero Kerek mengaku telah mengonsumsi sabu-sabu sejak enam bulan belakangan ini

net
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Ada-ada saja ulah Made Astawa alias Jero Kerek (45).

Pria yang mengaku sebagai Jero Balian ini nekat mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Konon alasannya biar cepat connect dengan Sang Pencipta.

Akibat ulahnya itu, kini pria yang tinggal di Banjar Dinas Suksuk, Desa Bondalem Kecamatan Tejakula, Buleleng terancam mendekam dibalik jeruji besi selama kurang lebih 20 tahun lamanya.

Aparat Resnarkoba Polres Buleleng menggelar rilis penangkapan terhadap dua orang tersangka pengedar dan pengguna narkoba pada Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 13.30 wita. Kedua tersangka masing-masing bernama Made Astawa alias Jero Kerek (45) dan Made Sudengen Alias Kayot (41).
Aparat Resnarkoba Polres Buleleng menggelar rilis penangkapan terhadap dua orang tersangka pengedar dan pengguna narkoba pada Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 13.30 wita. Kedua tersangka masing-masing bernama Made Astawa alias Jero Kerek (45) dan Made Sudengen Alias Kayot (41). (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Adntana TJ mengatakan, penangkapan terhadap Jero Kerek ini berhasil dilakukan berkat informasi dari masyarakat, yang mulai geram dengan ulah sang balian.

Menurut warga, Jero Kerek merupakan balian abal-abal.

Berangkat dari informasi itu lah, polisi akhirnya berhasil menangkap Jero Kerek di kediamannya, pada Jumat (12/1/2018) sekira pukul 23.00 wita.

Di dalam kamarnya, polisi berhasil menyita sebanyak tujuh paket sabu-sabu, dengan total berat 16,76 gram, dua buah bong, dan lima buah pipet kaca. 

"Ya kami menyamar sebagai pembeli. Saat digerebek, kami menemukan tujuh paket sabu di dalam kamarnya. Tanpa melakukan perlawanan, yang bersangkutan langsung kami giring ke Mapolres," kata AKP Adnyana.

Di hadapan polisi, Jero Kerek mengaku telah mengonsumsi sabu-sabu sejak enam bulan belakangan ini.

Barang haram tersebut ia pasok dari wilayah Kota Denpasar.

"Jero Kerek ini mengaku  selalu mengonsumsi sabu-sabu sebelum melakukan ritual. Alasannya biar cepat connect dengan Tuhan," ungkap AKP Adnyana.

Selain mengonsumsi,  pria kelahiran Bondalem, 27 Desember 1973 ini juga berperan sebagai pengedar.

Transaksi biasanya hanya dilakukan  oleh Jero Kerek di dalam rumahnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved