Cium Gas LPG Bocor Api Langsung Sambar Wajah Ibu Asal Tabanan Ini, Suwarsana: Lukanya Parah
Ketika hendak mematikan kompor lantaran mencium bau gas bocor, api justru menyambar wajah dan bagian tubuh lainnya.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peristiwa kebakaran akibat tabung gas kembali terjadi. Kali ini menimpa ibu rumah tangga asal Tabanan.
Peristiwa bermula saat Ni Putu Ari Suwartini (60), memasak ketupat di dapur rumah tinggalnya.
Ketika hendak mematikan kompor lantaran mencium bau gas bocor, api justru menyambar wajah dan bagian tubuh lainnya.
Akibat peristiwa ini, ia mengalami luka bakar di bagian wajah, kedua tangan dan kaki.
Dikatakan adik kandung korban, Komang Suwarsana (57), kakaknya mengalami kebakaran karena kompor gas LPG pada Jum'at (19/1) sore, sekitar pukul 17.00 Wita.
Ia yang tinggal di Denpasar, menerima kabar tersebut dari kakak iparnya.
"Kemarin saya dikabari suaminya, katanya kena luka bakar karena kompor gas. Saya kira tidak terlalu parah, niatnya saya mau jenguk ke Tabanan. Ternyata seperti ini, sudah dirujuk ke sini (RSUP Sanglah, Denpasar)," tuturnya ketika ditemui di Ruang IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (20/1/2018).
Menurut keterangan Suwarsana, sore itu Suwartini sedang memasak ketupat. Belum selesai memasak ketupat, tetangga Suwartini mencium bau gas bocor dari dapur milik Suwartini.
Ia yang tidak percaya, mengeceknya ke dapur. Sesuai dugaan tetangga korban, api yang bersumber dari kompor gas sudah menyala merah dan membesar. Ia yang melihat kejadian itu, berinisiatif mematikan kompor gas.
Nahasnya, api justru semakin besar dan menyambar wajah serta tubuh korban. Api pun melalap wajah dan tubuh Suwartini.
"Dia dikasih tahu tetangganya (bau gas bocor), tidak percaya. Terus waktu dicek ternyata benar, api sudah nyala merah dan besar. Waktu mau dimatikan, api justru menyambar ke arahnya," terangnya.
Setelah kejadian, karena luka bakar yang lumayan parah, Suwartini segera dilarikan ke RSUD Tabanan. Sempat menerima rawat jalan di RSUD Tabanan, Sabtu (20/1) siang, Suwartini di rujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.
"Sebelumnya dibawa ke RSUD Tabanan. Karena ruang rawat inap di sana penuh, jadi rawat jalan. Waktu balik untuk perawatan lagi, setelah dilakukan pemeriksaan, diminta untuk dirujuk ke sini (RSUP Sanglah)," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/korban-terbakar_20180120_180747.jpg)