Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Persentase Kemiskinan Karangasem Paling Tinggi di Bali, Wakil Bupati Artha: Kami Tidak Malu

Dari data tersebut, Kabupaten Karangasem menempati posisi puncak dengan persentase kemiskinan 6,55 persen.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Putu Supartika
Suasana rapat rapat kerja evaluasi program/ kegiatan pembangunan Provinsi Bali Semester II Tahun 2017 di Selasa (23/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rapat kerja evaluasi program pembangunan Provinsi Bali Semester II Tahun 2017, di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar, Selasa (23/1/2018) disampaikan persentase kemiskinan di Bali menurut data Bappeda Litbang Provinsi Bali dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali hingga September 2017 yaitu 4,14 persen.

Jika dihitung akan ada 176.480-an orang miskin di Bali.

Dari data tersebut, Kabupaten Karangasem menempati posisi puncak dengan persentase kemiskinan 6,55 persen.

Potret kemiskinan di Bali
Potret kemiskinan di Bali (Istimewa)

Walaupun ada penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 6,61 pada tahun 2016 persen menjadi 6,55 namun hal ini masih tetap menjadi sorotan gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

Selain itu, Buleleng juga menjadi sorotan karena jumlahnya paling banyak yaitu 37,49 ribu dengan persentase 5,74 persen.

Oleh karena itu, Mangku Pastika meminta secara khusus kepada Wakil Bupati Karangasem dan perwakilan dari Buleleng untuk menyampaikan upayanya dalam mengurangi kemiskinan.

"Karena ada dua daerah yang jumlah miskinnya paling banyak saya minta Bapak Wakil Bupati Karangasem untuk berbicara apa upayanya untuk emngurangi kemiskinan di Karangasem," kata Pastika.

Ilustrasi Kemiskinan
Ilustrasi Kemiskinan (Tribun Bali/ Net)

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa mengaku tidak malu dicap sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Bali.

"Kami sebenarnya tidak malu. Itu akan menjadi pemicu untuk berbenah," kata Artha Dipa.

Ia mengatakan hal ini dipengaruhi oleh kondisi Gunung Agung saat ini.

Dan kondisi tersebut adalah kendala yang sangat besar yang dihadapi Karangasem.

Namun, dari pertimbangan ekonomi ia mengaku bangga karena Karangasem bisa mengejar daerah lain.

Artha Dipa mengatakan prihatin karena Karangasem selalu dicap dengan label kemiskinan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved